Posts tagged ‘Ujian Nasional’
KETIKA NURANI BICARA
Akhir-akhir ini kita disuguhi dengan pemberitaan tentang “Gayus Tambunan”, seorang pegawai negeri rendahan bergolongan III A yang memiliki uang bermilyar-milyar. Sangat mengagetkan dan bikin hati ini bertanya, kok bisa ya ? Padahal aku sendiri yang bergolongan di atasnya tidak sampai 1 % kekayaannya dari Gayus Tambunan. Atau mungkin saya kerja di tempat yang kementeriannya kalah mentereng dengan Gayus Tambunan.
Hati saya semakin miris ketika melihat tayangan di sebuah televisi swasta tentang remunerasi di Departemen Keuangan. Sebegitu besar tunjangan yang diterima tiap bulan tetapi tidak bisa menahan diri untuk melakukan korupsi. Jadi kesimpulan sementara saya bahwa besarnya gaji dan tunjangan tidak signifikan dengan berkurangnya angka korupsi.
Beranjak dari kasus Gayus Tambunan, kembali saya bercerita tentang habitat saya sebagai seorang pendidik. Kita sangat tahu kemarin telah dilaksanakan Ujian Nasional. Berita yang muncul di televisi dan surat kabar adalah terjadinya kebocoran soal dan jawaban yang hampir merata di setiap tempat di negeri ini. Tayang televisi memperlihatkan video transaksi penjualan soal beserta jawabannya. Kalau tidak salah, dengan dana iuran 10 juta bisa mendapatkan semua paket soal plus jawabannya. Ujian Nasional sudah menjadi komoditas bisnis. Ditambah lagi kepengawasan ujian yang sangat longgar menambah carut marut pelaksanaan UN. Bukan bermaksud untuk mengatakan saya yang paling bersih karena saya sendiri pengawas ruang UN, tetapi saya merasa miris ketika harga diri dan martabat pengawas dijual murah dan tidak dihargai. Saya yakin, jika para pengawas ruang mengikuti aturan sesuai dengan POS (Prosedur Operasional Standar) UN, maka saya sangat yakin UN akan berjalan sesuai dengan harapan Bapak Menteri “Prestasi Ya, Jujur harus”. Terima kasih
KONTROVERSI UJIAN ULANG
Gelaran tahunan Ujian Nasional telah usai, dimulai dari persiapan ujian, pelaksanaan dan diakhiri dengan pengumuman kelulusan. Seperti tahun tahun sebelumnya, UN kali ini juga diwarnai dengan berbagai kontroversi. Yang paling mencolok adalah rekor bagus untuk sekolah favorit yang tidak berhasil meluluskan siswanya 100% dan tertundanya pengumuman kelulusan di beberapa sekolah karena masalah administratif. BNSP selaku pelaksana ujian harus melakukan evaluasi terhadap kejadian ini dan melakukan tindakan yang sesuai dengan aturan yang telah di buat sendiri. Sebagai contoh, “kebaikan” BNSP memberikan ijin kepada sekolah yang semua siswanya tidak lulus dengan melakukan ujian ulang, padahal jelas-jelas dalam Prosedur Operasional Standar (POS) Ujian Nasional tidak ada ujian ulang. Ini tentu melanggar aturan dan memberikan keputusan yang tidak adil. Kalau memang hasilnya tidak lulus ya tentu harus mengulang tahun depan atau ikut kejar paket C bukan memberikan ujian ulang.
UN MENINGKATKAN GAIRAH BELAJAR
Pelaksanaan Ujian Nasional tahun 2008 telah berakhir. Pro dan kontra bermunculan di berbagai media. Sebuah bahasan wacana yang masih diperdebatkan. Untuk itulah saya mencoba untuk ikut memberikan wacana sebatas pengalaman saya di lapangan sebagai guru.
(lagi…)
KECURANGAN UN
Berita kecurangan UN diberbagai daerah sungguh mengusik nurani saya sebagai pendidik. Apalagi isi berita itu sangat memojokkan pendidik. Berbagai pertanyaan muncul dari otak saya, kenapa bisa seperti itu.














Komentar Pengunjung