Posts tagged ‘Sekolah Mahal’
SOLUSI MENGATASI HARGA BUKU YANG MAHAL
Hari pertama sekolah, siswa dan terutama orang tua dikejutkan dengan biaya pembelian buku pelajaran yang sangat memberatkan. Biaya yang harus dikeluarkan di beberapa sekolah mencapai Rp. 1 juta per semester (Kompas, Selasa 15 Juli 2008).. Satu angka yang cukup fantastis. Buku-buku teks yang dipakai di sekolah merupakan keluaran dari penerbit buku ternama yang umum dipakai di sekolah. Untuk menekan harga buku, Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) sebenarnya telah menyiapkan buku digital sebanyak 49 judul di internet. Buku-buku tersebut dapat diunduh (download) di http://bse.depdiknas.go.id, www.depdiknas.go.id, www.pusbuk.or.id dan www.sibi.or.id.
Namun keberadaan buku teks tersebut masih mendapatkan banyak kendala antara lain buku tersebut belum dapat diunduh dengan cepat, infrasruktur jaringan IT sekolah yang belum mendukung, kepemilikan komputer yang masih terbatas, biaya akses internet yang masih mahal dan banyak kepala sekolah dan guru yang tidak mengetahui program buku digital tersebut. Akibatnya buku teks digital belum banyak dipakai di sekolah. (lagi…)
JALUR KHUSUS MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN
Ada yang menarik dalam Penerimaan Peserta Didik (PPD) Kota Semarang tahun ini yaitu dibukanya Jalur Khusus. Satu jalan untuk masuk ke sekolah yang diidamkan tanpa melalui prosedur reguler seperti biasanya. Berbagai pendapat bermunculan dari para pakar pendidikan dan masyarakat. Pendapat yang muncul cenderung menolak jalur khusus itu dengan berbagai alasan. Menurut Government Policy Watch (GPW), jalur khusus bertentangan dengan UUD 1945 dan UU tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas). Pendapat tersebut diamini oleh Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Kota Semarang. Bahkan KAMMI akan menyurati Mendiknas untuk membatalkan jalur itu dan mengembalikan uang masyarakat yang sudah disetor ke sekolah (Suara Merdeka, Kamis 3 Juli 2008). Menurut Iqbal Wibisono, Ketua Komisi Bidang Pendidikan DPRD Kota Semarang, jalur khusus menegaskan adanya komersialisi di dunia pendidikan (Suara Merdeka, Minggu 6 Juli 2008). Pendapat di atas sah-sah saja, tetapi pada tulisan ini saya mencoba memberikan wacana yang berbeda. Sesuai judul di atas, pembaca sudah pasti bisa menebak bahwa saya adalah orang yang setuju dengan jalur khusus. Kenapa ? (lagi…)
PENDIDIKAN MEMANG HARUS “MAHAL”
Siklus pembelajaran di sekolah terus berputar. Tahun pelajaran 2007/2008 segera lewat diganti dengan tahun ajaran 2008/2009. Sebuah upaya untuk memajukan pendidikan di Indonesia terus bergulir seiring dengan perjalanan waktu yag tak pernah berhenti.
Hiruk pikuk pengumuman kelulusan siswa kelas 3 akan segera tersaji pada hari Sabtu tanggal 14 Juni 2008. Momen indah bagi yang lulus dan momen menyedihkan bagi yang tidak lulus.
Setelah kelulusan episode selanjutnya adalah Penerimaan Peserta Didik (PPD) mulai tanggal 28 Juni 2008 - 2 Juli 2008. Momen ini juga tidak kalah menariknya karena menentukan nasib anak masuk sekolah yang diminati atau tidak.
Hampir setiap tahun, wacana yang berkembang pada pelaksanaan PPD adalah pendidikan semakin mahal, terjadi komersialisasi pendidikan dan pendidikan hanya untuk orang berduit. Berita koran setiap pagi membahas pendidikan mahal, Televisipun tidak kalah dengan menampilkan talkshow, bincang-bincang atau liputan yang memberi penegasan kepada masyarakat bahwa sekolah itu mahal.
(lagi…)















Komentar Pengunjung