Archive for Oktober, 2011
Istilah-istilah dalam Proses Pembelajaran
Hari ini saya memberi pencerahan kepada temen-temen guru tentang cara membuat Penelitian Tindakan Kelas (PTK) sebagai lanjutan dari In House Training (IHT) Peningkatan Kompetensi Guru SMK Negeri 8 Semarang beberapa waktu yang lalu. Dalam proses pembimbingan ternyata didapat bahwa Bapak dan Ibu Guru belum bisa membedakan istilah dalam proses pembelajaran. Hal ini tentu tidak hanya temen-temen guru satu sekolah dengan saya tetapi banyak juga guru yang lain bingung dengan istilah tersebut.
Dalam proses pembelajaran dikenal beberapa istilah yang memiliki kemiripan makna, sehingga seringkali orang merasa bingung untuk membedakannya. Istilah – istilah tersebut adalah :
- Pendekatan pembelajaran
- Strategi pembelajaran
- Metode pembelajaran
- Teknik pembelajaran
- Taktik pembelajaran
- Model pembelajaran
Pendekatan Pembelajaran
Dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginspirasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu. Terdapat dua jenis pendekatan, yaitu :
- Pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa (student centered approach)
- Pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada guru (teacher centered approach)
Dari pendekatan pembelajaran yang telah ditetapkan selanjutnya diturunkan ke dalam strategi pembelajaran.
Strategi Pembelajaran
Ditinjau dari cara penyajian dan cara pengolahannya, strategi pembelajaran dapat dibedakan antara strategi pembelajaran induktif dan strategi pembelajaran deduktif. Strategi pembelajaran sifatnya masih konseptual dan untuk mengimplementasikannya digunakan berbagai metode pembelajaran tertentu.
Metode Pembelajaran
Metode Pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Terdapat beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran, diantaranya :
- Ceramah
- Demonstrasi
- Diskusi
- Simulasi
- Laboratorium
- Pengalaman lapangan
- Debat
- Simposium dan sebagainya.
Selanjutnya metode pembelajaran dijabarkan kedalam teknik dan gaya pembelajaran.
Teknik Pembelajaran
Teknik Pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan suatu metode secara spesifik. Misalkan, pengunaan metode ceramah pada kelas dengan jumlah siswa yang relatif banyak membutuhkan teknik tersendiri, yang tentunya secara teknis akan berbeda pengunaan metode ceramah pada kelas yang jumlah siswanya terbatas. Demikian pula, dengan pengunaan metode diskusi perlu digunakan tekhnik yang berbeda pada kelas yang siswanya tergolong aktif dengan kelas yang siswanya tergolong pasif. Dalam hal ini, guru pun dapat berganti – ganti tekhnik meskipun dalam koridor metode yang sama.
Taktik Pembelajaran
Taktik pembelajaranmerupakan gaya seseorang dalam melaksanakan metode atau teknik pembelajaran tertentu yang sifatnya individual. Misalkan, terdapat dua orang sama – sama menggunakan metode ceramah, tetapi mungkin akan sangat berbeda dalam taktik yang digunakannya. Dalam penyajiannya, yang satu cenderung banyak diselingi dengan humor karena memang dia memiliki sense of humor, tetapi yang satunya lebih banyak menggunakan alat bantu elektronik karena dia memang sangat menguasai bidang itu.
Apabila antara pendekatan, strategi, metode, teknik dan bahkan taktik pembelajaran sudah terangkai menjadi satu kesatuan yang utuh maka terbentuklah apa yang disebut dengan model pembelajaran. Jadi, model pembelajaran pada dasarnya merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Dengan kata lain, model pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai dari penerapan suatu pendekatan, metode dan teknik pembelajaran.
Inilah sedikit materi yang bisa saya bagi buat temen-temen guru, semoga ada manfaatnya. Salam Pendidikan.
IMPIANKU MENJADI GURU INSPIRATIF YANG DICINTAI MURID
Tidak terasa 12 tahun sudah saya menjadi guru. Menjadi guru itu gampang-gampang susah. Mengampu pelajaran tertentu yang telah ditekuni sekian lama dan terus berulang tentu bukanlah pekerjaan sulit. Namun menghadapi murid yang selalu berganti tiap tahun, memiliki karakter berbeda, dan tingkat penyerapan terhadap materi pelajaran yang tak sama, pasti membutuhkan kesabaran dan ketelatenan yang tinggi. Guru yang tak sabar dan kurang telaten akan terkurung oleh frustasi. Profesi mulia sebagai guru terasa sebagai sebuah beban yang terus menghimpit. Bisa-bisa guru menjadi stres. Padahal guru dalam berbagai sisi menjadi ukuran nilai yang darinya murid bercermin untuk merangkai makna keteladanan.
Saya teringat dengan kalimat sakti dari Charlie Ward bahwa Guru yang biasa-biasa saja memberi tahu. Guru yang baik menjelaskan. Guru yang bagus menunjukkan bagaimana caranya. Tetapi guru yang luar biasa menginspirasi murid-muridnya. Saya ingin mendapatkan level tertingi sebagai guru yaitu guru inspiratif. Angan saya untuk menjadi Guru inspiratif memang tidak dengan sendirinya muncul. Sebab, institusi pendidikan pencetak guru pun tak pernah membekali kemampuan seperti itu. Karenanya, guru inspiratif harus dibentuk. Salah satu faktor pemantiknya adalah menjaga komitmen untuk terus memberi spirit kreatif-inspiratif kepada para siswa. Dengan spirit ini, guru dapat menciptakan manusia unggul yang penuh dengan kreativitas dan kemampuan kompetitif.
Di sisi lain, dari unsur internal menjadi guru inspiratif harus memenuhi sejumlah syarat. Di antaranya, menyukai tantangan dengan terus belajar. Perubahan zaman yang ditandai dengan perkembangan teknologi informasi begitu cepat semestinya segera direspons guru. Dengan terus belajar, guru inspiratif senantiasa memperbarui khazanah pengetahuannya. Dengan cara inilah ia memiliki kapabilitas dan kompetensi, baik secara personal maupun sosial yang mumpuni.
Hasrat terus belajar, kapabilitas, dan kompetensi personal-sosial masih perlu didukung dengan kreativitas guru untuk menciptakan iklim pembelajaran yang inspiratif. Jika cara mengajar dan apa yang kita ajarkan kepada murid-murid kita hari ini sama saja dengan yang kemarin, maka kita merampas masa depan anak didik kita tersebut. Dalam iklim demikian, guru dapat menarik minat siswa untuk senang terhadap pelajaran. Rasa senang inilah yang menjadi modal penting dalam diri siswa untuk menekuni dan menggeluti pelajaran secara lebih optimal. Selain itu, rasa senang juga akan menghilangkan kejenuhan dan kemalasan sehingga mereka akan bergairah dan senantiasa penuh semangat dalam belajar.
Saya sepakat orang yang bisa membuat semua hal yang sulit menjadi mudah dipahami, yang rumit menjadi mudah dimengerti, atau atau yang sukar menjadi mudah dilakukan, itulah pendidik yang sejati. Siswa tidak peduli betapa pintarnya seorang guru, yang mereka pedulikan adalah apakah guru tersebut juga peduli terhadap dirinya. Indikasi bahwa seseorang bisa disebut guru (pendidik) yang hebat bukanlah pada kemampuannya mengajarkan murid untuk pintar menjawab semua jenis pertanyaan, tetapi pada kemampuannya menginspirasi murid agar mengajukan pertanyaan yang dia sendirinya kesulitan untuk menjawabnya. Dengan kata lain, bila guru mengajar agar murid bisa sama pintarnya dengan dia, itu biasa saja. Guru yang bagus adalah yang bisa mendidik muridnya agar jauh lebih pintar dan lebih kritis daripada dirinya sendiri. Adalah suatu kemampuan luar biasa dalam diri guru bila ia mampu menggugah rasa cinta anak didiknya akan daya cipta kreatif dan ilmu pengetahuan.
Semoga saya tetap menjadi guru yang menginspirasi muridnya dan tetap dicintai muridnya. Terima kasih murid-muridku atas kado ulang tahun yang kalian berikan
Mengapa Diklat Tidak Efektif?
Membaca status facebook di wall BPTIKP Jawa Tengah membuat saya trenyuh, prihatin dan sekaligus geram. Trenyuh karena inilah kondisi riil di lapangan berkaitan dengan pelaksanaan suatu diklat, prihatin karena sudah sekian lama terjadi dan terus terjadi secara berulang-ulang, dan terakhir geram karena tujuan diklat yang bagus untuk menjadi akselerator kemajuan pendidikan Indonesia akan sia-sia dan tidak ada hasil yang standar apalagi maksimal. (lagi…)
Materi Pelajaran Fotografi
Lama tidak ngeblog dengan WordPress akhirnya kembali lagi. Kali ini saya akan memberikan konten tentang fotografi terutama editing foto. Materi ini adalah bahan saya mengajar di sekolah. Mudah-mudahan ini akan memperlancar tugas saya sebagai guru karena saya berikan materi terlebih dahulu secara online sebelum pembelajaran di kelas. Materi yang pertama adalah Projek Smile For Me. Efek glamour merupakan efek yang paling sering dipakai untuk mempercantik foto-foto pre wedding. Ikuti langkah berikut :
- Buka file foto :

- Tekan D untuk mereset warna foreground dan background ke dalam warna hitam putih (lagi…)


















Komentar Pengunjung