LMS (LEARNING MANAGEMENT SYSTEM)
16 September 2008
Membangun e-learning artinya membangun sebuah perangkat lunak berbasis web, dimana dibutuhkan analisis yang mendalam tentang desain system yang disesuaikan dengan kebutuhan. Membangun system dari awal memang tidaklah mudah. Apalagi membangun perangkat lunak berbasis web yang sangat rentan dengan masalah security, dimana dibutuhkan banyak penguasaan teknologi di dalamnya. Berikut ini adalah teknologi yang harus diketahui untuk membangun sebuah website antara lain :
Manipulasi grafis Software
yang diperuntukkan untuk membuat gambar atau menggabungkan beberapa gambar menjadi gambar baru, memberikan efek blur, distorsi, gradiasi warna, masking, dan lain sebagainya.
Software pengolah gambar
Berikut ini adalah beberapa software yang sering digunakan untuk memanipulasi gambar antara lain : Adobe Photoshop, Adobe Firework, Adobe Image Ready, Corel Draw dan Adobe Free Hand.
Software pembuat animasi
Untuk membuat website lebih menarik, biasanya ditambahkan dengan gambar atau objek yang bergerak atau sering disebut dengan animasi. Beberapa software yang sering digunakan untuk animasi diantaranya adalah Adobe Flash, Gif Construction Set, Microsoft GIF Animator, Swift 3D, Swish dan Ulead Cool 3D.
Software Perancang Design Layout
Untuk mempermudah perancangan desain layout, dibutuhkan software bantu seperti : Alaire Homesite, Cold Fusion, Microsoft Frontpage,. Adobe Dreamweaver dan Net Object Fusion.
Bahasa Pemrograman Web
Hal ini dilakukan setelah sebagian besar desain homepage telah selesai. Programming menyediakan sarana akses database, form isian, dan membuat web lebih interaktif dan dinamis. Sebagai contoh: membuat Guestbook, Form isian, Forum, Chatting, Portal, Lelang dan Iklan baris. Berikut adalah beberapa teknologi web programming yang tersedia antara lain : 1. ASP ( Active Server Pages ) 2. Borland Delphi 3. CGI ( Common Gateway Interface ) 4. PHP 5. Perl 6. Python 7. Java Servlet & JSP (Java Server Pages) 8. Adobe ColdFusion.
LMS adalah serangkaian aplikasi yang dibangun dengan menggunakan bahasa pemrograman tertentu yang sudah siap untuk digunakan. Yang harus dilakukan tinggal melakukan kustomasi content, jenis tulisan, warna, bahasa, layout, dan lain sebagainya. LMS merupakan solusi yang terbaik untuk membangun elearning dengan keterbatasan penguasaan teknologi dan sumber daya untuk pengembangan sistem. Selain itu, LMS mempunyai fitur yang lengkap untuk membangun sebuah situs e-learning secara instan dan mudah. Melalui penggunaan LMS, organisasi yang ingin menerapkan e-learning dapat berkonsentrasi pada content dan bukan pada pengembangan dan implementasi sistem. Meskipun penggunaan LMS memungkinkan suatu organisasi untuk menerapkan e-learning secara mudah dan instan, ada beberapa kelemahan atau keterbatasan pada penggunaan LMS sebagai solusi untuk aplikasi e-learning. Beberapa kelemahan atau keterbatasan tersebut adalah:
- Ketergantungan terhadap vendor LMS yang digunakan
- Organisasi harus menyesuaikan proses e-learning berdasarkan LMS yang digunakan
- LMS pada umumnya hanya menyangkut perencanaan, penyampaian, administrasi, dan manajemen kegiatan para pembelajar serta proses pembelajaran. Pembuatan, publikasi, administrasi, dan manajemen materi pembelajaran yang digunakan LMS merupakan domain dari LCMS (Learning Content Management System). Beberapa LMS juga menyediakan fasilitas LCMS meskipun tidak lengkap. Namun bagi LMS yang tidak menyediakan LCMS sama sekali, maka pembuat materi harus menggunakan software external.
Ada beberapa LMS yang tersedia, baik yang komersial ataupun yang bersifat Open Source. Beberapa LMS yang komersial adalah sebagai berikut:
- ANGEL Learning
- Apex Learning
- Blackboard Inc.
- Desire2Learn
- eCollege
- Learn.com
- Meridian KSI
- Saba Software
- SAP Enterprise Learning
- NetDimensions_EKP
- Open Learning Environment (OLE)
Beberapa LMS yang bersifat Open Source adalah sebagai berikut:
- ATutor
- Claroline
- Dokeos
- eFront
- Fle3
- ILIAS
- KEWL.nextgen
- LON-CAPA
- Moodle
- OLAT
- Sakai Project
Untuk LMS yang berbasis Open Source, Moodle telah diakui sebagai salah satu LMS yang terbaik dan terlengkap dengan total sebanyak 38.896 situs yang telah menerapkannya, 16.927.590 pengguna, dan 1.713.438 materi berdasarkan statistik bulan Januari 2008. Berbagai fitur yang tersedia di Moodle adalah sebagai berikut:
- Menyediakan sarana komunikasi yang baik melalui fasilitas chatting, messaging, dan forum
- Menyediakan fasilitas LCMS untuk pembuatan dan administrasi materi pembelajaran
- Mengikuti konsep pembelajaran yang komprehensif dan fleksibel
- Menyediakan sarana untuk melacak dan mengikuti perkembangan kegiatan pembelajaran (tracking data) User interface yang intuitif dan mudah
- Kustomisasi yang sangat luas dan fleksibel terhadap nyaris segala komponen Moodle
- Ekstensibilitas plugin atau perluasan fitur yang sangat fleksibel dengan tersedianya dokumentasi API, guideline, dan template untuk programming.
Tidak bisa disangkal lagi bahwa Moodle merupakan LMS berbasis Open Source Software yang paling lengkap, mudah, dan fleksibel untuk menunjang kegiatan e-learning di dalam organisasi apa pun di masa sekarang maupun di masa yang akan datang berkat kemampuan ekstensibilitas plugin untuk penambahan berbagai fitur baru.
DAFTAR PUSTAKA
Inixindojogja. 2008. Membangun E-learning dengan Moodle.
Sumber foto : www.newtrainingideas.com
Entry Filed under: Pendidikan. Tag: LMS, Membangun e-learning, Moodle, Ujian Online.
1 Comment Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed









1. uphy | 24 September 2009 at 3:45 pm
joomla LMS ga masuk itungan ya??
lam kenal