FATWA HARAM MAJLIS ULAMA INDONESIA (MUI) TENTANG ROKOK

15 Agustus 2008 at 4:16 am 76 komentar


Sumber foto : http://www.zeeowish.files.wordpress.com

Sebagai seorang guru yang harus mengajar jam pertama, saya selalu disibukkan dengan persiapan untuk mengajar pada pagi hari. Suatu rutinitas yang selalu saya jalani dari hari ke hari. Saya terbiasa sarapan pagi sambil ditemani Televisi yang menayangkan berita pagi. Satu berita yang menarik perhatian saya bukan lagi kasus BLBI yang melebar kemana-mana atau kasus Ryan pembunuh berantai yang mulai kadaluarsa. Berita pagi itu yang menarik perhatian saya adalah rencana Majlis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa haram untuk merokok. Selama ini MUI hanya mengeluarkan fatwa makruh bagi perokok. Saya coba mengulas berita ini dari segi kesehatan bukan agama. Ketika saya mengantar istri berobat ke Balai Pencegahan dan Pengobatan Penyakit Paru (BP4) di Jalan KH. Achmad Dahlan No. 39 Semarang, saya mendapatkan penjelasan panjang lebar tentang pengaruh rokok terhadap kesehatan. Pengaruh asap rokok terhadap kesehatan antara lain :

  1. Merokok memperlemah Paru-paru

    Orang yang terbiasa merokok kemungkinan mengalami sesak nafas, menderita TBC dan bronkhitis lebih besar dibandingkan dengan yang bukan perokok

  2. Merokok Mengganggu Aliran Darah

    Stroke, serangan jantung dan pembusukan jaringan (gangren) merupakan akibat terganggunya aliran darah

  3. Merokok meningkatkan impotensi dan infertilitas

    Orang yang setiap hari menghabiskan berbatang-batang rokok akan mengalami peningkatan terjadinya impotensi dan infertitilitas (kemandunlan)

  4. Merokok meningkatkan resiko kanker

    Merokok meningkatkan kemungkinan untuk menderita semua jenis kanker terutama kanker paru-paru. kanker mulut, kanker lambung dan kanker tenggorokan

  5. Merokok merupakan masalah bagi kesehatan wanita

    Wanita hamil yang terkena asap rokok memiliki resiko yang lebih besar untuk mengalami keguguran, melahirkan bayi prematur (tidak cukup bulan) ataupun melahirkan bayi dengan badan lahir rendah

  6. Merokok merupakan masalah kesehatan keluarga

    Anak-anak yang terkena asap rokok lebih sering menderita sesak nafas, alergi, asma, bronkhitis, dan infeksi telinga. Selain itu asap rokok juga menyebabkan adanya hambatan perkembangan otak dan gangguan belajar.

Berdasarkan paparan bahaya akibat rokok di atas, berhenti merokok adalah satu hal yang paling penting untuk meningkatkan derajat kesahatan diri dan keluarga. Untuk itu, fatwa haram MUI tentang rokok patut kita tunggu.

About these ads

Entry filed under: Lingkungan. Tags: , , .

MAKING VIDEO DENGAN WINDOWS MOVIE MAKER www.beoscope.com, SEBUAH SITUS TAYANG VIDEO

76 Komentar Add your own

  • 1. nimas riesti adiyani  |  19 Agustus 2008 pukul 9:56 am

    selain bahaya itu apalagi yang lainnya?bagaimana dampak negatif bagi wanita hamil?
    kenapa sih harus ada rokok di dunia ini?kenapa g dimusnahin aja?
    kalu pak ardan sendiri ngrokok g?
    aq nak smk 8 lho kelas 2 ps 1.bales d skul ja ya pak.pas da pelajaran ipa hari selasa jam terakhir.aq tunggu lho pak.
    salam manis murid imoet

    Balas
  • 2. Cigar  |  20 Agustus 2008 pukul 3:37 am

    MUI mengharamkan Rokok itu suatu hal tabu, jangan terulang kembali peristiwa mengharamkan menabung di Bank yang ternyata dicabut kembali, mau apa jadinya umat Islam yang mengandalkan FATWA yang tidak Becus, hanya membuat resah masyarakat, jangan hanya ocehan Seto Mulyadi akhirnya timbul Fatwa. Kalau Fatwa ini dikeluarkan berarti MUI lebih rendah dari Seto Mulyadi. Baik tidaknya merokok bukan dilihat dari Fatwa tapi Fakta, Seandainya diharamkan adakah solusi MUI untuk menjawab pengangguran dari ditutupnya pabrik rokok, dan bagi perokok adakah manfatnya bila tidak merokok, mari kita pertimbangkan secara Nurani bukan secara obrolan. Maaf Kalau ada yang tidak menyukai komentar ini.

    Balas
    • 3. doni riydut tafsir  |  16 Agustus 2009 pukul 9:22 pm

      saya stuju dngn komentarny… tidak ada satu ayatpun yang mnyatakan haram roko…

      Balas
      • 4. ilham  |  28 Maret 2010 pukul 10:46 am

        ass.memang di AL QUR’AN ga ada tetapi di dalilnya adalah segala sesuatu yang merusak badan itu hukumnya haram.

      • 5. rio juliawan  |  26 Juli 2012 pukul 2:41 pm

        untuk mengharamkan suatu hal tidak perlu mencari hadis,atau mencari hukum,nya di al-quran,kita pertimbangkan sendiri sja suatu
        hal yg merugikan diri sendiri atau samapi membuat sakit tubuh kita dan orang lain itu diagama islam itu sangat dilarang apa lagi kalo samapi mengakibatkan kematian itu hukumnya haram,begitu juga dengan rokok

    • 6. aceng  |  22 April 2010 pukul 10:10 am

      @cigar… klo slalu masalah ekonomi di jadikan alasan sebagi penghalan setiap aktifitas kita ini udah kya manusia purba hukum rimba,coba di pikir kita itu manusia yang harus memiliki aturan hidup,, klo gara2 ekonomi kmudian semua dihalalkan apaka kita mau demi sebuah pencairan nafkah hidup prostitusi di legalkan,narkoba di legalkan,perampokan di legalkan.. berapa banyak orang yg menggantungkan hidup dari prostitusi,dari narkoba dari ngerampok? apakah karena alasan ekonomi trs kita melegalkannya??

      Balas
      • 7. drg edi  |  20 Maret 2011 pukul 3:03 pm

        sdr aceng perbandingan yang sdr jadikan alasan menurut saya ngak nyambung deh kalau prostitusi merampok dan narkoba jelas sudah ada dasar hukum yang jelas dari al-quran jadi alasan ekonomi atau alasan apapun tentu memang tidak dapat dibenarkan karena itu jelas sudah benar benar haram, tapi dasar hukum yang tegas dari al-quran tentang rokok tidak ditemukan. jadi janganlah melihat dampak rokok itu sendiri terhadap kesehatan saja tapi juga dampak dari fatwa MUI mengharamkan rokok ini terhadap ekonomi sodara sodara kita yang bekerja di pabrik rokok, yang hidup dari bekerja menjual rokok. apakah bisa dia sholat dengan khusuk, sedangkan sumber mata pencaharian mereka yang selama ini sudah halal tiba tiba dinyatakan haram, apalagi mereka punya anak yang masih memerlukan biaya yang banyak juga menghidupi istri. nah, anda mungkin bisa merenungkan sendiri seandainya anda mengalami konflik yang seperti ini.

    • 8. Anonymous  |  20 Maret 2013 pukul 8:15 am

      sngat setuju komntrx……

      Balas
      • 9. Anonymous  |  20 Maret 2013 pukul 12:35 pm

        ternyata banyak orang yang picik ya mengharamkan rokok, panatik picik, mengkaji hadist hanya untuk dijadikan alat untuk berdebat bukan untuk kemaslahatan umat..
        rokok diperdebatkeun…… ari tata sholat anu hatena malaweung (teu khusyu) teu di omean.. lalier group anu ngaharamkeun teh…

  • 10. Ardan Sirodjuddin  |  20 Agustus 2008 pukul 12:53 pm

    Terima kasih Cigar atas komentarnya. Menurut hemat saya, masalah ini akan menjadi pro dan kontra. Silahkan kita mensikapi dengan bijak. Kebetulan saya bukan perokok. Saya sering mendapatkan keluhan dari ibu-ibu yang suaminya perokok dan ingin akan suaminya berhenti merokok karena alasan ekonomi dan kesehatan. Sekali lagi tulisan saya sekedar wacana yang bisa ditanggapi dengan berbagai versi

    Balas
  • 11. amir  |  21 Agustus 2008 pukul 12:38 am

    menanggapi FATWA MUI mengenai larangan merokok saya kira perlu kita dukung bersama. kita sudah harus mulai menyadari akan mudharat dan manfaat dari rokok itu sendiri. mungkin banyak kalangan yang menyebutkan bahwa dengan diharamkannya merokok dapat menyebabkan ribuan bahkan jutaan karyawan di perusahaan tersebut kehilangan pekerjaan, sehingga pengangguran akan semakin meningkat di negri ini yang akhirnya kemiskinan akan menghantuinya. faktor ekonomi iniah yang menjadi alasan banyak orang menolak fatwa MUI tersebut. tapi jika kita bisa berfikir lebih jernih lagi, apa benar memang begitu ?
    bagaimana dengan perusahaan bir, prostitusi, perjudian. apa kita halalkan saja sehingga negri ini bisa terbebas dari pengangguran?
    dengan kreatifitas saya kira kita bisa membuat perusahaan yang lebih bermanfaat dari pabrik rokok!!!
    kebun tembakau bisa diganti dengan tanaman yang bermanfaat bagi kesehatan, untuk peningkatan pangan, buah buahan yang bisa kita ekspor dan lain sebagainya. pabrik rokok bisa dirubah menjadi pabrik obat tradisional yang diambil dari tanaman obat pengganti tembakau misalnya. dan lain sebagainya yang masih banyak lagi. dengan itu kita tidak punya alasan lagi dengan akan hilangnya kesempatan kerja.
    justru kita bisa mengoptimalkan SDM kita menjadi SDM yang menhasilkan produk yang lebih bermanfaat daripada ROKOK.
    dan bagaimana jika rokok tetap dibiarkan beredar dan berproduksi?
    bagai mana dengan polusi udara akibat rokok?
    bagaimana dengan berbagai penyakit mematikan akibat rokok?
    bagaimana dengan jumlah uang untuk membeli rokok yang tidak berguna ?
    berapa banyak SDM kita yang bekerja untuk memproduksi rokok yang tidak ada manfaatnya bahkan banyak mudharatnya itu?
    berapa banyak kertas, yang digunakan untuk produksi rokok yang nantinya akan dibakar saja, lebih bermanfaat jika dijadikan buku.
    saya kira energi dari SDM kita, bahan baku, & waktu, yang digunakan untuk memproduksi rokok, dan juga merokok akan jauh lebih lebih berguna dan bermanfaat jilka dialihkan ke yang lebih bermanfaat dan lebih menguntungkan semua fihak.
    sehingga negri ini bisa lebih diberkahi oleh Allah SWT dengan manusia manusianya yang melakukan banyak hal yang bermanfaat.

    teguhamirudin@yahoo.com

    Balas
  • 12. Ardan Sirodjuddin  |  21 Agustus 2008 pukul 1:07 pm

    Wah panjang sekali komentar Anda, kalau boleh saya sarankan panjenengan punya kemampuan untuk bikin blog. Terima kasih atas komentarnya

    Balas
  • 13. Abu zaid lippo ckr  |  21 Agustus 2008 pukul 7:52 pm

    Subhanllah mudah2an fatwa ini sgr keluar.. Insya4jji orang indonsia pada sehat semua.. Untungnya sy sudah brhnti 4th yg lalu,.. Syukron..

    Balas
  • 14. ardansirodjuddin  |  23 Agustus 2008 pukul 4:43 am

    Selamat telah berhenti merokok.

    Balas
  • 15. oziiie  |  25 Agustus 2008 pukul 2:21 am

    Bagus pak….biar semua orang tau bahwa akibat merokok itu berbahaya bagi lingkungan dan diri kita sendiri

    Balas
  • 16. Ardan Sirodjuddin  |  25 Agustus 2008 pukul 6:31 am

    Ya, saya sepakat dengan anda

    Balas
  • 17. Anonymous  |  1 September 2008 pukul 9:15 am

    Apapaun resikonya itu hal biasa bagi orang yg perokok

    Balas
    • 18. aceng  |  22 April 2010 pukul 10:13 am

      saya bukan hanya peroko saja mereka yang juga bukan peroko akan medapatkan dampak buruknya juga..

      Balas
  • 19. Thrueheart  |  10 September 2008 pukul 10:51 pm

    Jangan mengambil keputusan dgn gegabah.tnpa rokok,indonesia trjual.liat ja tuh.pndpatan trbesar negara salah satuny dri pajak rokok.kl qta mkir org bnyak/negara,jgn sembarangan bkin fatwa.tlong di kaji dulu.qta bngsa indonesia blm mampu bngkit tnpa pajak rokok.ini dmi kemaslakhatan umat.

    Balas
  • 20. ardansirodjuddin  |  12 September 2008 pukul 6:23 am

    Pendapatan negara dari rokok hanya berupa pajak yang proporsi lebih kecil dibanding laba yang diterima pengusaha rokok. Terima kasih atas komentarnya

    Balas
  • 21. lia  |  26 Oktober 2008 pukul 8:49 am

    bagus.,,,,,
    tapi masih banyak juga masyarakat indonesia yg mengangap remeh bahaya merokok,,,,,

    Balas
  • 22. Ardan sirodjuddin  |  28 Oktober 2008 pukul 7:45 am

    Terima kasih atas komentarnya.

    Balas
  • 23. Ade Yunus Yanuar  |  28 Desember 2008 pukul 1:57 pm

    Saya setuju dengan Pak Ardan S, Pak Amir dan lainnya yang senada, mengingat rokok itu memberikan madharat yang sangat besar.

    Sudah jelas tertulis dalam setiap bungkus rokok : MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI DAN GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN.

    Dr Yusuf Qardhawi dalam bukunya ‘Halal & Haram dalam Islam’
    menyatakan bahwa Rokok haram karena membahayakan.

    Ustadz Ahmad Sarwat Lc, Konsultasi eramuslim.com :
    Penelitian terbaru menyatakan tentang 200-an racun yang berbahaya yang terdapat dalam sebatang rokok.
    Badan kesehatan dunia WHO menyebutkan bahwa di Amerika, sekitar 346 ribu orang meninggal tiap tahun dikarenakan rokok. Dan tidak kurang dari 90% dari 660 orang yang terkena penyakit kanker di salah satu rumah sakit Sanghai Cina adalah disebabkan rokok.
    Racun utama pada rokok adalah tar, nikotin dan karbon monoksida. Tar adalah substansi hidrokarbon yang bersifat lengket dan menempel pada paru-paru. Nikotin adalah zat adiktif yang mempengaruhi syaraf dan peredaran darah. Zat ini bersifat karsinogen dan mampu memicu kanker paru-paru yang mematikan. Karbon monoksida adalah zat yang mengikat hemoglobin dalam darah, membuat darah tidak mampu mengikat oksigen.

    Efek racun pada rokok ini membuat pengisap asap rokok mengalami resiko 14 kali lebih bersar terkena kanker paru-paru, mulut, dan tenggorokan dari pada mereka yang tidak menghisapnya.
    Penghisap rokok juga punya kemungkinan 4 kali lebih besar untuk terkena kanker esophagus dari mereka yang tidak menghisapnya.
    Penghisap rokok juga beresiko 2 kali lebih besar terkena serangan jantung dari pada mereka yang tidak menghisapnya.
    Rokok juga meningkatkan resiko kefatalan bagi penderita pneumonia dan gagal jantung serta tekanan darah tinggi.

    Dengan fakta seperti ini, seyogyanya masyarakat Indonesia tidak lagi menganggap remeh bahaya merokok.

    Balas
  • 24. hadji  |  17 Januari 2009 pukul 1:37 am

    saya ingiin bisa bikin blog tlg gimana caranya?….jelas merokok haram ….tp ada fatwa dari ulama timur tengah sesuai kondisi yg sdg dialami bisa haram misal lagi menganggur tdk punya penghasilan kalo merokok haram….

    Balas
    • 25. ardansirodjuddin  |  18 Januari 2009 pukul 8:49 am

      Buka aja http://www.wordpress.com, kemudian Sign Up disitu. Ikuti petunjuk yang ada. Selamat mencoba

      Balas
  • 26. Ibnu Wibowo  |  27 Januari 2009 pukul 8:22 am

    saya dulu perokok…tapi dah berhenti merokok kurang lebih setahunan…
    Saya cuma mau tanya apa gak mending ditutup aja pabrik rokoknya…
    Klo pemerintah, masih setengah2.. berarti…masih mengharapkan pendapatan dari bea cukai rokok… sebagai pendapatan negara.
    Sudah tahu dikeluarin Fatwa MUI tentang rokok haram…kok masih mengharapkan pendapatan negara (uang) dari barang yang dikatakan haram tersebut (rokok)…

    Balas
  • 27. miko  |  27 Januari 2009 pukul 11:28 am

    Saya pribadi tidak setuju dengan fatwa haram MUI tentang rokok!!!
    silahkan lihat penjelasan saya tentang fatwa haram merokok di http://kenyok.co.cc

    Balas
  • 28. na2  |  5 Februari 2009 pukul 6:28 am

    saya sangat setuju dengan fatwa mui yang menghramkan rokok. tapi kok haramnya pilih-pilih gak anehtuh. kalo haram ya haram semua gak sah pilih-pilih

    Balas
  • 29. ikin shodikin  |  5 Februari 2009 pukul 9:54 pm

    menurut saya meroko itu hukumnya makruh bukan haram.karnakan nabi muhammad belum pernahmenjatuhkan bahwa rokok itu haram,tetapi nabi hanya mengharamkan yang memabukkan sedang rokok tidak memabukan

    Balas
    • 30. effendy perdana  |  7 Maret 2011 pukul 4:12 pm

      ???
      rokok itu dapat membuat anda menjadi GOBLOK,, keturunan anda menjadi GOBLOK,,

      Balas
    • 31. effendy perdana  |  7 Maret 2011 pukul 4:12 pm

      ???
      rokok itu dapat membuat anda menjadi GOBLOK,, keturunan anda menjadi GOBLOK,,

      Balas
  • 32. anut  |  9 Februari 2009 pukul 1:19 pm

    Fakta orang menderita tersebut bahwa benar-benar karena rokok dari mana, mas ? Kenyataannya :

    1. Banyak perokok paru-parunya lebih bagus dari yang tidak merokok. Kita bisa lihat dari kerja yang perlu napas panjang dan kuat. Seperti lari, memikul beban, bersepeda atau narik becak. ternyata perokok kuat-kuat paru-parunya.

    Apakah benar merokok memperlemah Paru-paru ?

    Orang yang kurang olahraga dan tempat tinggal tidak sehat justru itu yang lemah phisiknya termasuk paru-paru.

    2. Tidak ada bukti perokok aliran darahnya tersumbat atau tidak lancar
    Stroke, serangan jantung dan pembusukan jaringan (gangren) merupakan akibat terganggunya aliran darah tidak bisa dikatakan penyebabnya adalah rokok. Tapi pola makan yang tidak sehat seperti mengandung kolesterol dll, keseimbangan berat badan yang tidak ideal seperti obesitas sudah bisa dibuktikan apakah dia perokok atau tidak merokok sudah bisa dibuktikan ada masalah tidak lancar aliran darah.

    3. Nah, pernyataan ini tambah aneh lagi bahwa ‘Merokok meningkatkan impotensi dan infertilitas’ :

    “Orang yang setiap hari menghabiskan berbatang-batang rokok akan mengalami peningkatan terjadinya impotensi dan infertitilitas (kemandunlan)”

    Tidak jaminan rokok menyebabkan orang mandul apakah berdasarkan survei ? Bagaimana kalau dikatakan justru orang banyak anak dan daya seksualnya lebih tinggoi justru orang yang merokok?

    sengaja semua poin tidak saya bantah, karena terlalu berpihak untuk menolak rokok tanpa melihat sisi mafaat rokok, sebaiknya ada survei secara jujur apakah rokok yang benar-benar menyebabkan ataukah ada yang lain, padahal ada penyebab yang sebenarnya yang lebih besar dari itu tapi tidak tahu apa penyebabnya seperti ditutup-tutupi seperti lempar batu sembuyi tangan atau orang makan nangka perokok kena getahnya.

    Komentar saya bukan berarti saya perokok, tapi mengapa ketidak jujuran dalam memahami filsafat ilmu pengetahuan yang bersifat relatif tergantung dari perkembangan keilmuan yang ada bukan kepentingan kelompok atau penelitian yang masih bersifat asumsi-asumsi sehingga kelatahan mulai masuk ke dalam ranah nilai kemutlakan

    Balas
    • 33. drg edi  |  20 Maret 2011 pukul 3:40 pm

      saya setuju dengan pendapat anda. karena saya pernah bertanya kepada dokter ahli paru paru “apakah betul merokok penyebab utama penyakit paru paru?” dan jawaban yang saya peroleh “bahwa, diantara penderita penyakit kanker paru paru lebih banyak perokok dibandingkan tidak perokok” dan kemudian saya tanyakan “diantara perokok mana yang lebih banyak penderita kanker paru paru atau tidak?” ternyata penelitiannya belum ada. nak, apakah secara metode ilmiah ini sudah memenuhi syarat untuk menyatakan bahwa rokok adalah penyebab penyakit kanker paru paru dan alasan lain bahwa rokok adalah penyebab kanker ternyata kanker rahim dan kanker payudara buktinya tidak perokok.

      Balas
  • 34. arif rahman hakim  |  13 Februari 2009 pukul 5:43 am

    menurut saya,mui telah mengeluarkan fatwa tentang larangan merokok karena banyak pertimbangan entah itu apa yang menjadi landasan mui sendiri,tapi saya tidak sepakat tentang fatwa yang dileluarkan karena banyak sekali manyarakat yang ekonominya rendah bekerja dalam pembuatan rokok,jadi apa kata nanti klo fatwa itu diperkeras tindakannya.

    Balas
  • 35. zamroni  |  25 Maret 2009 pukul 4:48 am

    saya tidak sepakat dengan fatwa MUI tentang keharaman merokok,sebab hukum asalnya adalah makruh.kalau rokok haram berarti bahan-bahanya ikut jadi haram seperti tembakau, kertasnya padahal semuanya itu barang yang halal.apabila kita menngharamkan sesuatu yang halal (tembakau, kertas), tidak boleh/berdosa.sebab hukum itu mutlak dari Tuhan.kebetulan saya bukan bukan perokok………..syukron

    Balas
    • 36. MARMUN  |  24 Maret 2010 pukul 4:24 am

      aq bukan ahli hukum syariah/fikih tapi komentar anda bahwa hal yang berasal dari halal tetap menjdi halal,
      contoh anggur dll
      ingin anda coba minum bodrek di campur dengan semangka/seprite tau rasa.

      Balas
    • 37. aceng  |  22 April 2010 pukul 10:36 am

      al aslu lil ibahah!! itu adalah koidah usulul fiqih, asal nya hukum itu kebolehan jika sebelumnya tdak ada ketetapan hukum yang mengikat,akan tetapi penetapan hukum itu memiliki berbagai suber di antaranya qur’an , hadist, ijma,kiyas, ada fiqih ada usulul fiqih.

      dalil haram roko tidak di sebutkan langsung dalam alqur’an tetapi ada yang namanya kiyas. untuk menafsirkan alqur’an pun tidak bisa hnya scara harpiyah saja..ada tafsirulqur’an bi ayatil qur’an min ayati sani, wamin ayati uhkro, tafsirulqur’an bil hadist, ada juga tafsirul qur’an bil riwayat.

      nah sekarang MUI mlakukan pengharamam roko tentu atas dasar pertimbangan2 dan ilmu yang matang. klo sodara ingin tau kenapa baru sekarang2 roko di haramkan kenapa tidak dari zaman dulu,, anda boleh baca kitab bugiyah halaman tengah bahwa roko itu memang haram.. sejak dulu ok thanks

      Balas
  • 38. ibnu huda  |  25 Maret 2009 pukul 4:58 am

    saya tidak setuju,sebab kalau rokok dilarang banyak pengangguran dan saya setuju dengan hukum asal yaitu makruh…………….

    Balas
    • 39. yudra  |  22 Mei 2009 pukul 6:52 am

      Boleh saja sih gak setuju, hak setiap orang, cuma saja, kalo fatwa MUI yg notabene adalah ulamanya Republik Indonesia saja sudah diragukan, bagaimana kita bisa menhgacu pada hukum asalnya yg makruh, apa ibnu huda tahu makna makruh???? sering kali kita menolak kebenaran karena kitanya merasa tidak nyaman dengan kebenaran itu. masalah pengangguran kalo pabrik rokok ditutup, sebetulnya pertanyaannya akan saya balikkan kepada ibnu huda, apakah ibu huda sudah berzakat sesuai dengan aturan MUI atau hukum dasarnya zakat, dan apakah bisa menjamin semua perokok yang menolak fatwa MUI itu juga sudah berzakat??? karena saya yakin sangat yakin zakat bisa mengatasi semua masalah ekonomi…nanti kita coba hitung sama-sama ya akhi yaa.

      Balas
  • 40. iyus  |  5 Mei 2009 pukul 7:33 am

    hasil ijtima para ulama tentang haramnya meroko sudah jelas yang sebetulnya jika bisa memahami dengan fikiran yang jernih dan hati yang ikhlas menerima kebenaran pasti akan sepakat dengan keputusan ijma tersebut.

    yang perlu direnungkan bagi anda yang masih berisi kukuh dengan dalih membela diri sesungguhnnya anda sombong, dan merasa diri paling benar.

    Balas
  • 41. udin  |  2 Juni 2009 pukul 3:37 am

    Gak usah panik, Inti agama itu yang baik dan bermanfaat itu halal yang merusak dan membahayakan jiwa dan raga manusia itu haram. Rokok ? jelas berhaya, jangan pendfapat pribadi lho pendapat umum, minimal WHO. Urusan karyawan pabrik rokok, dirubah saja pabriknya menjadi pabrik susu, lahan pertaniannya untuk menanam rumput gajah yang lebih mudah, udah gampang halal lagi. Korban rokok banyak yang kelas menengah ke bawah. bayangkan setiap hari beli rokok dua bungkus. Sedang anaknya gak pernah dibeliin buah atau susu, betapa egoisnya baoak yang begini ini !

    Balas
  • 42. udin  |  2 Juni 2009 pukul 3:38 am

    Gak usah panik, Inti agama itu yang baik dan bermanfaat itu halal yang merusak dan membahayakan jiwa dan raga manusia itu haram. Rokok ? jelas berhaya, jangan pendfapat pribadi lho pendapat umum, minimal WHO. Urusan karyawan pabrik rokok, dirubah saja pabriknya menjadi pabrik susu, lahan pertaniannya untuk menanam rumput gajah yang lebih mudah, udah gampang halal lagi. Korban rokok banyak yang kelas menengah ke bawah. bayangkan setiap hari beli rokok dua bungkus. Sedang anaknya gak pernah dibeliin buah atau susu, betapa egoisnya bapak yang begini ini !

    Balas
  • 43. dika  |  11 Juli 2009 pukul 9:42 am

    Subhanallah, mudah – mudahan sdr2 yang menentang fatwa haramnya rokok benar -benar merenungkan lagi ucapannya.
    Thailand sudah ditunjuk PBB sebagai negara pelopor larangan merokok, mari kita ingat, Thailand bukan negara mayoritas Muslim, tapi angka penurunan perokok mencapai 4 juta orang tahun ini (5%), bahkan sekarang lebih ketat dan keras.(Metro TV, 10 Juli)
    mari kita dukung fatwa MUI, bahkan kalau bisa, fatwa ini berlaku bagi semua MUSLIM.
    oh ya, tembakau insyaAllah lebih potensial sebagai insektisida. kita tunggu sdr2 peneliti membuka tabir pemanfaatan tumbuhan ini sesegera mungkin.
    kepadaNya semua urusan kembali.

    Balas
  • 44. Ahmad Muchlis  |  11 Juli 2009 pukul 2:49 pm

    Setuju Fatwa Mui,tutup saja Pabriknya atau leb4 baik dialihkan ke pabrik pengolahan yg lebih bermanfaat,masalah penghasilan Negara dr pajak Pabrik Rokok,emangnya mau makan dari peniasilan yg sudah tahu haram?sama saja kasusnya dg Pabrik Miras!kalau penghasilan negara dari situ,berarti masyarakatnya makan haram tiap hari dong,Astagfirullah..!smoga Allah memberi solusi dr masalah ini,Amiin!

    Balas
  • 45. Jamal Purba  |  22 Oktober 2009 pukul 8:52 am

    Saya pernah dengar sunnah : Rasulullah itu sangat membenci perokok/pemadat. Cukup. ——- Di Qur’an : Mengapa kamu haramkan apa yang tidak di haramkan Allah. Lantas mengapa harus diharamkan?? Larang saja dengan hukum dunia, atau hukum mati bagi perokok.
    Percaya tdk? suatu waktu nanti nasi, kambing makanan asal laut, gula, durian, jeruk bisa difatwakan jadi haram……………………………!!

    Balas
  • 46. Abu Roy  |  15 Maret 2010 pukul 4:08 am

    Tidak ada satu pun nash yang mendukung, mengarahkan haramnya rokok. Dengan alasan apapun, sebenarnya yang mengeluarkan fatwa sudah “ghuluw”, padahal kualitas keilmuwannya masih tidak jelas. Para salafus soleh saja dalam mengeluarkan fatwa sangat hati hati, padahal sudah di dukung oleh kualitas keilmuawan yang oleh orang jaman sekarang nyaris nihil. lah ini, wong kualitas keilmuawannya saja meragukan sudah berani buat buat fatwa, ya terima kasihlah sudah dipikirkan nasib para perokok.

    Balas
  • 47. Saliem  |  17 Maret 2010 pukul 3:29 am

    Saya jadi bingung dengan keluarnya fatwa haram rokok apa memang ada hadistnya tentang merokok itu haram. kebetulan saya seorang perokok tp selama para kiayai atau ustad di daerah2 belum membenarkan bahwa merokok itu haram saya tdk perduli dengan fatwa MUI kalau mau merokok ya merokok aja tp memang alangka baiknya berhenti kalau bisa demi kesehatan. kalau berbicara masalah haram banyak yang harus diperhatikan seperti pakaian anak sekolah kenapa tidak diharamkan para pelajar yang pakai rok pendek. itu yang jelas2 haram kenapa tidak diwajibkan para pelajar yang muslim pakai rok yang panjang dan pakai jilbab. dan masih banyak hal2 yang haram tapi masih tidak diperhatikan

    Balas
    • 48. Anonymous  |  17 Maret 2010 pukul 4:28 am

      knp muhamadiah menyatakan meroko it hgrm

      Balas
    • 49. azzam bin marmun  |  24 Maret 2010 pukul 4:40 am

      pendapat saya Fatwa adalah ladang amalnya para Ijdihadi untuk menyelamatkan umatnya yang awam. Sementra sesuatu yang sudah jelas hukum/nashnya baik dari Qur’an ataupun Sunnah untuk apa di fatwakan. Yang penting untuk kita yang merasa masih awam kembali kepada diri kita mau sami’na wa atha’na apa mau inkar terserah toh.

      Balas
  • 50. Saliem  |  17 Maret 2010 pukul 5:27 am

    menurut saya fatwa haram merokok belum bisa di jalankan selama para ulama di kampung2 belum menegaskan bahwa merokok itu haram terus terang saya sangat mengharapkan adanya penegasan dari seluruh ulama baik itu dipusat atau didaerah2 terpencil sekalipun. kalau memang sudah ditegaskan demikian saya rasa bagi orang muslim yang ta’at dalam beragama akan berhenti merokok bagaimanapun caranya. kita semua tau para ulama adalah pengganti nabi untuk menyampaikan ilmu agama tapi kalau fatwa tersebut tidak di dasari oleh hukum agama yang jelas malah membuat masyarakat bingung. apa iya merokok itu haram, apa benar orang meninggal karena merokok, kalau bicara tentang kematian umur kita ini seperti buah kelapa jangankan yang sudah tua, yang masih muda juga bisa jatuh. saya kurang sependapat kalau kebanyakan orang yang meninggal karena merokok. umur seseorang sudah ditentukan oleh Allah SWT bukan oleh rokok.

    Balas
    • 51. andi awi  |  10 April 2010 pukul 1:30 pm

      Setuju..saya g percaya sama sekali jika dikatakan rokok itu akan menyebabkan kematian.orang yg udah lama merokok belom tentu langsung mati..Ada juga orang yg masih muda mati duluan dibanding perokok berat dan adapula perokok meninggal bukan karena rokok..itu adalah ajal..menjemputnya. SAYA G SETUJU tentang rokok haram.yg paling utama adalah perusahaan Rokok jika membuat rokok mengandung banyak Racun didalam rokok tersebut.cukup rokoknya untuk kesehatan.

      Balas
  • 52. saiful  |  20 Maret 2010 pukul 4:17 am

    bahaya merokok hampir sama dengan bahaya makanan yg mengandung kolesterol,,, bahaya cafein pada kopi, thein, dll. jadi dalilnya masih umum belum secara spesifik mengarah pada makanan2 itu.

    Balas
  • 53. ilham  |  28 Maret 2010 pukul 10:50 am

    ass.yang merusak badan dan jiwa di dalam islam haram hukumnya

    Balas
    • 54. ardansirodjuddin  |  31 Maret 2010 pukul 9:50 am

      Setuju mas

      Balas
  • 55. Avey  |  6 April 2010 pukul 5:39 pm

    Ass,,meski say4 sorng perokok..tp saya jga stuju dngn ptwa mui..

    Anjuran-tinjauan-laksanakan-dapt kb4ekn-
    anjuran-ab4ikan-tngglkn-dapt krugian.

    Balas
    • 56. Ardan Sirodjuddin  |  7 April 2010 pukul 6:59 am

      OK, kalau setuju segera tinggalkan merokok. trim

      Balas
  • 57. andi awi  |  10 April 2010 pukul 1:13 pm

    pemerintah g akan mungkin menutup pabrik rokok krn pemerintah punya weweng pajak.dari pabri rokok..dan penggaguran akan banyak pula jika ditutup..!!! jika demikian maka MUI perlu mengkaji ulang tentag fatwa rokok, apapun resiko yg dialami oleh perokok itu adalah tergantung dari orangnya sendiri..kita g tau perokok itu merusak atau tidak yg jelas orang yg merokok belom tentu kesehatan nya sakit.. begitu pula orang yang tidak merokok.masalah haramnya itu masalah rokoknya sendiri yang haram bukan orangnya.dan sy melihat sendiri sebagian ulama di indoensia mengambil fatwa haram ttg rokok tapi DIA sendiri yang melakukanya . Ada apa dengan ulama ????. mana mungkin bisa diikuti klo ulama tidak inropeksi diri tetang rokok..emang manusia di dunia ini bodoh.Dan pemerintah harus tegas pula tidak pandang bulu apakah dia itu BOS/ ATASAN/ BAWAAN/ menegah bawah/ masyarakt umum harus di BERI perigatan tegas..jika terbukti depan umum mengisap ROKOK.jgn karena uang bayk sampai orang kaya tidak mengikuti aturan dalam UUD 45 ttg jika orang yg kedapatan didepan umum merokok maka akan di pernjarakan. semua itu dari kita sendiri silahkan yg berenti silahkan belom yg jug merokok ..tapi ingat kematian bukan dari rokok !!!

    Balas
  • 58. anak ayahKU  |  11 April 2010 pukul 6:05 am

    aku dilahirkan dr kecil hingga dewasa kini dan bisa hidup dari seorang ayah yg kerja di perusahaan roko, MUI menyatakan roko HAram… berati pa yg aku dapat dr kecil hingga dewasa kini dan yg mengali di dlm tubuhKU semua haram karna pa yg di beri dari penghasilan orang tuaku dr barang HARAM sesuai dngn FATWA yg anda sahkan…
    TOLONG bagi orang beriman yg mengeriti agama bgaimn anda menyikapi hal ini??? saya merasa sedih dan kecewa dengan FATWA ini,,, da 1 hal yang harus di ketahui”””’ HALAL DAN HARAM hanya ALLAH SWT yg yg mengesahKan’y bukan manusia seperti kita”””” jngnlah anda mengesahkan sesuatu tnpa mempertimbangkan apa dampak dr semua ini. anda bukan ALLah jd jngn buat FATWA yg meresahkan seorang hamba sepertiku.

    Balas
  • 59. doddy  |  8 Mei 2010 pukul 8:23 am

    Perlu difahami, dengan fatwa iitu bukan berarti MUI membuat peraturan baru. Berdasarkan kajian mengenai rokok dari berbagai segi ditinjau dari dalil-dalil yang ada dari Al Quran dan Al Hadits, MUI menyimpulkan bahwa hukum rokok itu HARAM. Tanpa fatwa MUI juga bagi yang mengerti hukum Islam jelas sekali bahwa rokok itu HARAM. Dengan fatwa itu MUI sebagai wadah para ulama perlu memberi penerangan / peringatan bahwa rokok itu hukumnya HARAM, berdosa hukumnya bagi yang menghisapnya.

    Balas
  • 60. omy  |  14 Mei 2010 pukul 6:27 pm

    sepakat dengan semua yang menentang rokok…

    saya salah satu pejuang anti rokok, mengemban tugas yg menurut saya sangat amanah…
    yaitu menciptkan lingkungan fakultas kuliah saya menjadi sehat dari asap rokok… namun berbagai rintangan terus menghampiri saya…

    dan mungkin akhir2 ini membuat saya patah semangat…
    apa yang harus saya lakukan??
    tetap berjuang, atau membiarkan tetapi aktiv mencari info?

    Balas
  • 61. Arief  |  18 Mei 2010 pukul 7:40 am

    aah..! pada ngadu dalil semuanya.
    kalo ngadu dalil semuanya bisa di sebut haram atau halal sesuai kesukaan masing2.
    tapi bayangkanlah ketika kelak di akhirat wajahmu berjatuhan wahai orang-orang yang condong kepada kerusakan dan kemunkaran karena malu oleh Allah dan Rosulullah.

    saya yakin Indonesia masih tetap akan bertahan tanpa semua penghasilan dari pengrusakan. justru akan semakin berkah. amiin

    Balas
  • 62. taufik  |  10 Juni 2010 pukul 2:00 am

    FATWA HARAM ROKOK YANG MERESAHKAN DAN MENYESATKAN
    Rokok merupakan kebiasaan sekaligus menjadi life style, hampir di setiap bangsa dimuka bumi ini, dimasa lalu rokok nyaris tidak menjadi persoalan yang bernuansa miring atau negative justru sebaliknya merokok merupakan perbuatan atau sikap yg membanggakan dan terkesan jantan, anggun, dan berwibawa yang akhirnya rokok menjadi media yang cukup bernilai ekonomis, sosial, dan status seseorang yang sekaligus rokok dijadikan media persahabatan dan persaudaraan dalam pergaulan sosial masyarakat.
    Seiring perkembangan zaman masa-masa terakhir ini rokok menjadi perbincangan yang serius danintens dimana rokok merupakan salah satu isu yang cukup mengemuka di keseluruhan media massa khususnya di bidang kesehatan , para ahli dan pakar kesehatan diseluruh penjuru dunia dengan lantang berteriak menyuarakan anti rokok (tembakau), bahwa rokok tidak hanya berdampak buruk pada kesehatan tapi rokok merupakan salah satu unsur pembunuh umat manusia yang harus di perangi, dilawan, dan dijauhkan dalam kehidupan umat manusia.
    Rokok mempunyai bahan dasar tembakau yang mana tembakau mempunyai kandungan utama nikotin dan tar yang mempunyai sifat racun terhadap tubuh manusia khususnya pada darah dan melalui darah pula racun tembakau dapat menimbulkan berbagai macam penyakit.
    Dampak dan resiko rokok dalam dunia kesehatan tidak hanya berakibat buruk atau mengganggu kesehatan tapi merupakan momok yang menakutkan sampai-sampai dunia kesehatan mengeluarkan dalil setiap 1 batang rokok mengurangi umur manusia beberapa detik atau menit, jadi rokok sudah dipastikan dapat mengurangi umur manusia. Disini perlu di pertanyakan papakah dalil ini hanya asumsi atau a move belaka tatau memang berdasarkan uji ilmiah atau kelakar dan lelucon?. Dalil lelucon maksudnya ialah setiap orang yang menghisap rokok 1 batang menghabiskan waktu 5 menit jadi bisa dipastikan selama 5 menit itu pula orang tersebut kehilangan umur atau telah terkurangi 5 menit , dengan begitu tidak hanya merokok yang dapat mengurangi umur seseorang , bersiul sekalipun juga terkurangi umur seseorang sebanyak waktu oaring tersebut bersiul. Sepertinya belum bisa diyakini kebenaran dan akurasinya, jangan-jangan dalil-dalil yang diajukan dalam kampanye anti rokok punya tujuan dan maksud tertentuadri pihak-pihak tertentu pula, itulah yang menjadi tanda Tanya besar kita semua .
    Untuk menjawab dan menaggapi dalail yang logis atau dalil yang dapat dipastikan kebenarannya pada kesempatan kali ini saya betul-betul terpanggil untuk ikut serta menyumbangkan buah pikiran sekalipun mungkin jauh dari memadai atau memuaskan tapi apa salahnya. Kata pepatah sedikit masih lebih baik dari pada tidak sama sekali.
    Solisi dan pemecahan masalah rokok yang akan saya sampaikan sama sekali tidak ada niat , maksud, dan tujuan berseberangan, menyalahkan, memihak, menyetujui kelompok dan pihak manapun hanya semata-mata faktor logika dan ilmiah secara kholistik.
    Faktor-faktor yang mendorong saya untuk memberi tanggapan tentang permasalahan rokok diantaranya:
    1. Ramai dan seriusnya perdebatan dan perselisihan , permasalahan rokok di berbagai media massa.
    2. Terjadinya kegelisahan di kalangan masyarakat rokok dan tembakau khususnya para petani tembakau, para buruh, dan pabrik rokok.
    3. Fatwa haram rokok dari beberapa kalangan khususnya dari lembaga yang kompeten dalam dunia keagamaan yaitu islam dalam hal ini MUI dan MUHAMMADIYAH.
    Jika boleh saya berpendapat dimana kerap terjadi pada logika hampir keseluruhan umat khususnya anak bangsa baik pada figur maupun pemimpin di segala lini dan jenjang paradigma dan pola pikirnya tidak kholistik dan konstrktif sehingga berpotensi tidak bijak dan tidak arif dalam mengambil keputusan khususnya yang menyangkut hajat oaring banyak dalam ranah menyangkut hidup dan kehidupan yang luas dalam berbagai seginya maka tidak mustahil dari berbagai kebijakan dan fatwa yang dikeluarkan seringmenimbulkan keresahan dan kegelisahan dari banyak kalangan.
    Keputusan yang tidak kholistik tentu diawali oleh logika yang tidak konstruktif maka hasilnya menjadi tidak kofrehensif, faktor dari itu semua setidaknya dalam garis besar ada 3 penyebab:
    1. Hukum yang diterapkan atau yang dikenakan kurang pas atau tidak klopdengan persoalan atau objek hukumnya.
    2. Hukum yang diterapkan tidak spesifik artinya bersifat umum atau terlalu global berpotensi multi tafsir.
    3. Terjadi disorientasi logka baik pada hukum itu sendiri atau pada objeknya.
    Argument tersebut diatas jika dikaitkan dengan fatwa haram rokok yang dikeluarkan oleh berbagai kalangan dapat dijadikan indikator atau setidaknya sebagai embanding akurasi dan tidaknya suatu keputusan namun alasan dan argumen saya diatas tentu masih bersifat normative yang berikutnya harus didukung dengan fakta-fakta logika yang lebih terukur yang akan dipaparkan secara detil dan terinci pada bagian dan penjelasan berikutnya.
    Penganblan dasar hukum dari pihak-pihak yang mengharamkan rokok pada dasarnya dasar hukum yang masih umum yang bersifat multi tafsir karena bak dalam Al-Qur’an dan al-sunnah tidak ada hukum tentang rokok. Penganbilan hukum dari teks Al-Qur’an dan hadist di sebut hukum naqli sedangkan pengambilan hukum yang bersifat konteks (alam) di sebut hukum aqli kedua hukum tersebut dalam islam dianggap sumber hukum yang baku keduanya bernilai sama. Begitu pula dalam sistem nilai pada uang satu sisi merupakan nilai nominal sisi lainnyanilai interinsik begitu hukum naqli dan hukum aqli dianalogikan pada nilai mata uang maka hukum naqli sebagai nilai nominal dalam mata uang sedangkan hukum aqli sebagai nilai interinsik keduanya bebeda tapi sama posisinya dalam segi nilai.
    Untuk memperjelas kedudukan kedua hukum tersebut diatas (naqli dan aqli) terpaksa saya menggunakan analogi nilai mata uang karena kedua hukum tersebut berbeda dalam segi posisi atau sudut pandang seperti halnya analogi diatas dimana hukum naqli digambarkan dengan nilai ominal mata uang digambarkan sebagai simbolik baik simbol berbentuk tulisan apa itu berupa sandi, huruf, angka juga berupa suara dengan bahasa lisan atau bahasa isyaroh. Jadi nilai hukum yang bersifat nominal atau simbol mempunyai wilayah atau jangkauan terbatas dan sempit sedangkan hukum aqli digambarkan sebagai nilai interinsik maka hukum punya nilai material yang kongkrit bersifat ilmiah yang alamiah, dan dapat berkembang secara terus menerus sesuai kadar dan kemampuan logikamanusi sesuai tujuan yangakan dicapai yang akhirnya menemukan nilai manfaat dari setiap ayat ALLAH yang berupa alam, nilai manfaat yang diraih tentu sesuai kadar, kwalitas logika itu sendiri.
    Disini yang ingin saya katakan bahwa nilai hukum aqli punya wilayah atau jangkauan lebih luas dari hukum naqli atau dalam istilah yang lain hukum bersifat konteks (kontekstual) punya wilayah lebih luas dari hukum yang bersifat teks (tekstual) jika analogi inin dikaitkan dengan hukum rokok seharusnya fatwa hukum rokok mempertemukan kedua sisi hukum tersebut naqli dan aqli atau teks dan konteks atau qoiliyah dan qoiniyah yang mana keduanya berupa tafsir Qur’an lebih jelasnya naqli, teks, qoiliyah tafsir Qur’an dengan simbol berbentuk huruf, angka, sandi, isyaroh tapi aqli, konteks, qoiniyah tafsir Qur’an dengan simbol alam yang berbentuk materi serta unsur dan sifatnya, menemukan singkronisasi antara keduanya teks dan konteks, naqli dan aqli, maka terus melampaui keduanya berakhir menemukan nilai dan makna dari adanya setiap aturan atau hukum.
    Hukum naqli (tekstual) terbagi 2 bagian
    1. Muhkamat yang artinya bunyi dari teksnya sudah jelas, gamblang dan spesifik.
    2. Mutasabihat yang artinya bunyi dari teksnya tidak harus jelas, gamblang dan spesifik tapi terkadang hanya jelas tidak gamblang dan tidak spesifik.
    Begitu pula hukum aqli dibagi menjadi 2 bagian seperti halnya hukum naqli hanya berbeda wilayah karena hukum aqli bersifat alamiah jadi mutasabihat dalam hukum aqli berupa bahan baku alam yang terdiri dari 4 anasir tanah, air, api, udara seangkan yang mutasabihatcampuran atau kombinasi dari 4 anasir atau mutasabihat dalam hukum aqli bisa berarti
    1. Bahan baku yang berupa anasir yang tidak disiapkan secara instan oleh alam tapi masih perlu upaya baik dengan cara eksploitasi.
    2. Sesuatu yang tidak sepenuhnya murni dari salah satu anasir atau memang meuni dari satu anasir tapi merupakan hasil dari satu proses rekayasa baik oleh alam itu sendiri ataupun oleh manusia.
    Selanjutnya hkum aqli dalam pandangan muhkamat dan mutasabihat dalam segi kwalitas dan kadar setiap objek hukum. Muhkamat dalam hukum aqli dimana kwalitas dan kadar yang dikandung telah dapat diukur dan dipastikan secar alamiah sekaligus dampak yang ditimbulkan memiliki ukuran yang pasti dan berlaku umum.
    Mutasabihat dalam hukum aqli kebalikan dari muhkamat yang telah disebut diatas diman kwalitas dan kadar yang dikandung belum dapat diukur dan tidak dapat dipastikan secar ilmiah sekaligus dampak yang ditimbulkan memiliki ukuran yang tidak pasti dan tidak berlaku umum.
    Kepastian rokok dalam muhkamat dan mutasabihat dalam hukum naqli dan aqli yang betul-betul terukur dan kredible melalui formulasi sebagai berikut:
    1. Pastikan kedudukan hukum dalam naqli dan aqli.
    2. Pastikan keduanya (naqli dan aqli) memenuhi standar ilmiah.
    Kedudukan rokok dala hukum naqli berada dalam hukum mutasabihat begitu pula dalam hukum aqli jika begitu perlu kita ketahui hakekat hukum keduanya da 2 yaitu haram dan halal baik menunjuk kepada fisiknya maupun pada sifatnya atau efek yang ditimbulkan karena rokok masuk dalam mutasabihat maka barang atau benda yang bernama rokok secara fisik hukumnya tidak haram namun dalam segi sifat haram, makruh, mubah, sunnat, wajib dan lain-lain. Hukum bagi siapa? Bagi semua orang atau orang-orang tertentu belum ada ukuran yang pasti untuk mengukur itu semua kita akan temukan pada formulasi kedua.
    Poin ke dua
    Untuk memenuhi standart dan kaidah ilmiah amsing-masing hukum memiliki wilayah dan sudut pandang sendiri-sendiri hkum naqli wilayah dari ilmu bahasa pembahsannya tentudari sudut bahasa dan pada kesempatan ini yang berkaitan dengan rokok saya ridak memperpanjang lebar karena tidak relevan karena jauh dari harapan untuk memenuhi jalan keluar karena jelas-jelas ayat mutasabihat Al-A’raf: 157. Seperti apa yang saya paparkan diatas bahwa ayat ini bersifat umum dimana teksnya jelas tapi tidak gamblang dan tidak spesifik, tentu prulu tafsir dan analisa serta kajian yang mendalam, maka hukum aqli-lah yang lebih relevan untuk menjawabnya.
    Hukum aqli adalah hukum ilmiah alamiah bila dikaitkan dengan muhkamat dan mutasabihat yang hakekatnyahukum naqli tidak mengenal nutasabihat karena hukum aqli lazim disebut ilmu alam (ilmu pasti) serba terukur dapat dibuktikan berulang kali jika ada mutasabihat dalam hukum aqli esuatu yang masih belum dapat diukur atau dibuktikan secara ilmiah menentukan hukum rokok dalam hukum aqli tentu menghasilkan hukum yang berstandart ilmiah (ilmu pasti) yang tentu dapat diterima oleh semua pihak yang formulasinya sebagai berikut :
    1. Menentukan kepastian unsur-unsur yang dikandung dalam rokok.
    2. Menentukan kepastian kadar dari masing-masing unsur.
    3. Memastikan pengaruh atau dampak terhadap orang dan kesehatan tubuh.
    4. Kepastian terhadap masing-masing orang dalam setiap kondisinya.
    Dari ke empat point di atas point ke tiga dan ke empat yang dapat dikaitkan dengan hukum rokok pint ke satu dan ke dua tidaklah dapat dijadikan landasan hukum karena rokok hukum dasarnya halal dengan begitu berbicara hkum rokok setidaknya melibatkan dua bidang ilmu :
    1. Ilmu farmasi.
    2. Ilmu kesehatan.
    Dari point ke -2 ikmu ini tentu melibatkan cabang ilmu lain yang berkaitan.
    Dalam ilmu farmasi jenis dan macam obat punya standart atau kelas dan juga dosis setidaknya dibagi tiga :
    1. Level keras.
    2. Level medium .
    3. Level rendah.
    Dari ketiga level diatas masih bergantung kepada ukuran tau dosis karena tanpa dosis yang pasti dampak dan pengaruhnya tidak dapat terkur sebagai contoh:
    Obat yang berlevel rendah dengan dosis yang tinggi maka akan berdampak signifikan begitu pula sebaliknya obat yang berlevel keras dengan dosis yang amat minimal tentu dampaknya kurang signifikan jadi dengan begitu masing-masing level tidak berdiri sendiri tapi ditentukan oleh dosis.
    Poin 2 Ilmu kesehatan.
    Dalam ilm kedokteran setidaknya terbagi dua bidang ilmu :
    1. Ilmu kesehatan umum.
    Ilmu kesehatan umum mempunyai pengertian berlaku bagi setiap orang, pemahaman global belaku pada setiap penyakit.

    2. Ilmu kesehatan spesialis.
    Ilmu kesehatan spesialis tidak berlaku bagi setiap orang, pemaman secara spesifik, penyakit-penyakit tertentu atau masing-masing penyakit serta kelainannya.
    Dengan pemaparan kedua bidang ilmu tersebut diatas merupakan formulasi yang pas umtuk dijadikan dasr hukum rokok yang terformulasi sebagai berikut.
    Menemukan format yang pasti dari ke-4 point formulasi dari ilmu farmasi diatas disinergikan dengan formulasi dalma bidang ilmu kesehatan seperti yang telah disebutkan diatas.
    1. Kepastian unsur-unsur yang ada dalam rokok merupakan kepastian berbahaya dan merusak kesehatan menurut ilmu kesehatan baik dalam sisi permanen atau tidak dan sisi jangka pendek atau dalam jangka panjang.
    2. Telah menemukan kepastian kadar pada dampak tau pengaruhnya pada kesehatan dalam segala sisinya seperti point 1.
    3. Kepastian dampaknya betul-betul terukur dari pandangan ilmu kesehatan dalam segala sisinya seprti tersebut pada point-1.
    4. Kepastian terhadap masing-masing orang dan semua orang dlam setiap keadaanya atau kondisinyabetul-betul terukur .
    Dengan berpatokan pada formulasi tersebut diatas hukum rokok harus di timbang dengan timbangan yang sepadan sebagaimana prinsip dan tujuan hukum untuk menentukan keadilan yang dimaksud adalah menempatkan sesuatu pada tempatnya secara tepat dan terukur sebagaimana dalam teksAl-Qur’an Q.S
    Dalam Al-Qur’an mengukur sesutatu atau menempatkan sesuatu dengan meggunakan 2 timbangan.
    1. Naqli.
    2. Aqli.
    Yang ke-2hukum diatas merupakan satu-kesatuan dan dalam naqli terdapat muhkamat dan mutasabihat.
    Mari hukum rokok kita lihat dari 2 timbangan:
    1. Muhkamat.
    2. Mutasabihat.
    Rokok dalam timbangan muhkamat dengan 2 pertanyaan:
    1. Adakah hukum rokok secara teks dalam Al-Qur’an dan Hsdist?
    2. Secara jelas, gambling dan spesifik jawabannya tidak ditemukan secara jelas, gambling dan spesifik.
    Selanjutnya timbanagan yang ke dua mutasabihat rokok dalam timbangan mutasabihat dengan 1 pertanyaan :
    1. Adakah hukum rokok secara teks dalam Al-Qur’an dan Hadist?
    Jawabannya ternyata ada di Q.S
    Dengan begitu sudah jelas hukum rokokberada dalam timbangan mutasabihat maka mutasabihat punya tafsir suatu tumbangan yang tidak gambling dan tidak spesifik yang artinya perlu tafsir yang lebiih rinci dan detail serta terukur dengan begitu masuk kepada timbangan hkum Aqli.
    Untuk menemukan kepastian yang terukur dalam hukum aqli tentu menggunakan timbangan yang sepadan dan sesuai dengan hukum rokok yaitu melalui 2 disiplin ilmu:
    1. Ilmu farmasi.
    2. Ilmu kesehatan.
    Dari ke-2 disiplin ilmu diatas harus dibai lagi masing-masing 2 bagian:
    1. Secara global atau umum.
    2. Secara sesifik atau spesialis.
    1. Dalam timbanagan ilmu diatas secara umum rokok dan bahayanya berlaku secara umum artinya zat kimia yang da dalam rokok dapat membahayakan bagi setiap orang dan dalam keadaaan apapun serta dalam kadar dan dosisseminim mungkn menimbulkanakibat yang fatal dan tidak harus menuggu jangka panjang. Pertanyaannya sekarang betulkah rokok dan setiap rokok yang bahan baku dasarnya tembakau dari setiap jenis tembakau dapat menimbulkan efek fatal seperti tersebut diatas?. Jawabannya secara fakta dilapangan tidaklahterbkti.
    2. Dalam timbangan spesifik dari ke-2 ilmu diatas rokok dan bahayanya berlaku secra spesifik artinya:
    1. Rokok dapat berbahaya bagi orang-orang tertentu.
    2. Rokok berbahaya dalam keadaan atau kondisi-kondisi tertentu.
    3. Rokok dapat berbahaya dalam dosis-dosis tertentu.
    4. Roko dapat berbahaya dalam komposisi campuran tertentu.
    5. Rokok dapat berbahaya dari jenis tembakau dan campuran tertentu.
    6. Rokok dapat berbahaya dalam suhu atau cuaca tertentu.
    7. Rokok dapat berbahaya dalam waktu dan lama produk tertentu.
    8. Rokok dapat bebahaya dalam produk dan proses tertentu.
    Pertanyaannya sekarang betulkah rokok dan dampaknya tidak berlaku secar umum tapi berdampak seperti 8 hal yang tersebut diatas?. Jawabannya terbukti dan tidak terbantahkan, maka dengan begitu berdasarkan timbangan ilmu farmasi dan ilmu kesehatan rokok dalam segala aspek dan dampaknya dapat terukur secara logis berdasarkan ilmu alam atau ilmu pasti. Disini perlu kita cermati hukum agama, bukanlah hukum reka-reka,duga-duga, prasangka, abal-abal, serta ghaib atau tidak terjangkau olehligika akal (ilmiah) tapi sebaliknya hukum agama adalh hukum pasti, logis, ilmiah, terukur, dapat diuji dan dibuktikan.
    Dengan timbangan yang detail dan terinci seperti formulasi tersebut diatas maka hukum rokok menghasilkan konsekwensi hukum yang beragana sebgai berikut :
    1. Haram: jika kadar dan komposisi tertentu melampaui batas ambang bagi orang-orang tertentu dalam keadaan tertentu pula.
    2. Sunnah Mu’akat: jika kadar dan komposisi tertentu bagi orang-orang tertentu dalam keadaan tertentu pula.
    3. Sunnah: jika kadar dan komposisi tertentu bagi orang-orang tertentu dalam keadaan tertentu pula.
    4. Makruh Mu’akat: jika kadar dan komposisi tertentu bagi orang-orang tertentu dalam keadaan tertentu pula.
    5. Makruh: jika kadar dan komposisi tertentu bagi orang-orang tertentu dalam keadaan tertentu pula.
    6. Mubah: jika kadar dan komposisi tertentu bagi orang-orang tertentu dalam keadaan tertentu pula.
    7. Wajib: jika kadar dan komposisi tertentu bagi orang-orang tertentu dalam keadaan tertentu pula.
    Dari ke 7 macam hukum diatas bersumber dari 3 bentuk hukum
    1. Perintah.
    2. Larangan.
    3. Mubah.
    Point 1 (perintah)
    Melahirkan 4 macam hukum
    1. Mutlak.
    2. Wajib.
    3. Sunnah mu’akat.
    4. Sunnah.
    Point2 (larangan)
    Melahirkan 4 macam hukum
    1. Mutlak.
    2. Haram.
    3. Makruh mu’akat.
    4. Makruh.
    Point3 (mubah)
    Mubah sebagai bentuk hukum yang netral atau fitrah tidak masuk pada perintah dan juga tidak masuk pada larangan akan tetapi bentuk hukum ini dapat bergeser apabila dibutuhkan, jika hukum ini berdampak positif pada seseorang berarti telah masuk pada wilayah bentuk perintah dan jika sebaliknya hukum mubah berdampak negative pada seseorang berarti telah masuk pada wilayah larangan. Kita ambil contoh sebagai pembanding seperti ada bahan makananyang posisi hkumnya halal.
    1. Nasi (beras)
    Untuk sesorang penderita diabetes dalam porsi atau kadar tertentu masuk pada posisi hukum larangan dan dalam stadium tertentu status hukumnya menjadi haram.
    2. Buah melinjo
    Untuk sesorang penderita asam urat dalam porsi atau kadar tertentu masuk pada posisi hukum larangan dan dalam stadium tertentu status hukumnya menjadi haram.
    3. Minuman jahe dan kopi
    Untuk sesorang penderita asam urat dalam porsi atau kadar tertentu masuk pada posisi hukum larangan dan dalam stadium tertentu status hukumnya menjadi haram.

    4. Obat-obatan antibiotic baik yang kimiawi maupun herbal
    Untuk sesorang yang menderita penyakit tertentu sangant dianjurkan tatu bahkan bisa wajib akan tetapi dalam batas-batas atau dosis tertntu yang terukur namun akan menjadi haram obat-obatan tersebut jka melebihi dosis yang telah ditentukan.
    Dari pemaparann secara rinci dan detail diatas, hukum rokok harus mengacu pada kaidah hukum AL HUKMU YADURRU MA’AILLATIHI(adapun hukum dapat berubah tergantung keadaannya).
    Untuk memperluas wawasan dan logika hukum rokok maka kita perlu memberi ruang kemungkinan-kemungkinan bahwa hukum rokok menjadi wajib, sunnah mu’akat tau sunnah, sebagai bukti ilmiah pada tahun 2003 LIPI melakukan rekayasa dalam salah satu cabang ilmu yang disebut
    1. biotehnologi, tanaman tembakau disuntik dengan insulin hasilnya dapat merekayasa atau merubah zat-zat kimia yang dikandung oleh tembakau termasuk nikotin dapat diubah menjadi zat-zat kimia yang dibutuhkan oleh dunia farmasi sebagai bahan obat-obatan.
    2. Tehnologi molekulerfarmi, bakteri yang direkayasa untuk dijadikan faksin.
    Dari satu kasus ini tembakau yang dulunya diasumsikan bahkan divonis sebagai tumbuhan yang mudarat, beracun dan membahayakan kesehatan manusia sedikit dapat dibuktikan bahwa tembakau sebagai salah satu bahan baku rokok telah membuka cakrawala logika manusia untuk memanfaatkan tembakau sebagai salah satu bahan baku obat-obatan yang dapat menyembuhkan penyakit-penyakit tertentu maka dengan begitu dimasa-masa yang akan dating tembakau dan rokok tidak lagi menjadi musuh kita bersama tapi sebaliknya tembakau dan rokok menjadi sahabat kita bersama. Tembakau tidak harus dikurangi produknya apalagi ditiadakan tapi tembakau harus dilestarikan dan dikembangkan untuk kemaslahatan umat manusia. Sebagaimana para pihak yang berkompeten yang berkaitan dengan persoalan rokok (tembakau) agar tidak hanya memandang persoala tersebut tidak dari satu sudut pandang dan hanya dari sepotong ayat sebaiknya. Mengambil dari QS Ali imran (190):”sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal” dan QS Ali Imran (191): “ Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka”.
    Demikianlah cara kita berlogika dan berfikir karena manusia ditakdirkan sebagai mahluk yang paling mulia di atas muka bumi yang ditandai dengan diberinya akal, pikiran dan hati. Tentu manusia harus mampu memaksimalkan dan mengoptimalkan karunia yang diberikan oleh Allah SWT manusia tidak lagi menjadi mahluk yang kerdil, risau dan gundah hanya dengan ersoalan tembakau dan rokok.

    SELAMAT MENIKMATI

    Balas
  • 63. Herdian  |  14 Juni 2010 pukul 9:43 am

    Aku paling ga’ suka sama rokok……

    Balas
  • 64. Haryanto  |  14 Agustus 2010 pukul 9:12 pm

    Saya bekerja di salon sudah hampir 6 thn pada tahun 2010 sekarang sering sekali saya di marahin sama tamu salon dengan kata2 yang tidak mengenakan dan complain kepada saya hati saya menjadi tidak tenang, tolong kepada bapak MUI apakah pekerjaan di salon itu haram banyak tamu2 salon marah2 kepada karyawan tolong di jawab kepada bapak ketua MUI. Terimakasih saya ucapkan dari saya.

    Balas
  • 65. taqin  |  27 Oktober 2010 pukul 6:54 am

    udah tau kalo hukum rokok itu ada yang makruh dan ada yang haram koq pada bingung tinggal pilih mau yang mana terserah…..
    perilaku korupsi dan MOLIMO yang jelas-jelas diharamkan bukan saja oleh MUI tapi oleh YANG MAHA KUASA RAJANYA DIRAJA saja masih biasa dilakukan seolah-olah tidak ada yang melihat.

    Balas
  • 66. arek $uroboyo  |  11 Desember 2010 pukul 7:03 pm

    nek gorong kapok roko’an,, jejelono kono cangkeme karo rokok sak gros (sak slop) bendino!
    LAMBENE cek Njeplak…

    Balas
  • 67. arek $uroboyo  |  11 Desember 2010 pukul 7:06 pm

    lali…
    OPO Cok?? Onok seng gak terimo t????

    Balas
  • 68. syifa qudsiyyah  |  5 April 2011 pukul 2:00 pm

    roko apa ci yang haram????
    saya tunggu jawaban nyaa,,
    terimakasih sebelum nya

    Balas
  • 69. saleh  |  15 April 2011 pukul 9:07 am

    setuju, jikalau anda dapat memecahkan permasalahn ini?
    1. rokok dan pembuatnya!!!
    2. rokok dan tenaga kerjanya!!!!
    3. rokok dan manfaatnya”””barang pengganti??!!
    Jikalau anda dapat mengeti maksud dan tujuan ini anda akan lebih mengerti lagi,Sadari diri anda…

    Balas
  • 70. iqbal muhammad  |  26 Mei 2011 pukul 2:10 pm

    memang rokok banyak mudharatnya,,,,
    akan tetapi, sya ingin brtanya dahulu terhadap yg mmiliki blog ini, apakah anda twu rokok itu asalnya dri mana dan siapa yg membuat rokok pertama kalinya?

    Balas
  • 71. abi maryam  |  22 Mei 2012 pukul 3:45 pm

    dari pada berdebat pro kontra tentang rokok yg tak kunjung habis, saya lebih memilih berdoa saja, agar pabrik rokok itu di jadikan sasaran bom oleh teroris. selama ini kan sasaran teroris kurang bermakna malah banyak mubazirnya, mending mereka ngebom aja pabrik rokoknya semua. sehingga kita tak perlu berdebat mempermalahkan tentang pengangguran akibat di tutup pabrik rokok. tsunami di aceh itu menewaskan 500ribu jiwa tapi orang aceh ada aja rezeki dari Allah, jgn takut nganggur mas rezeki itu dari Allah bukan dari Pabrik rokok aja. hehehe

    Balas
  • 72. Anonymous  |  22 Januari 2013 pukul 2:48 pm

    pajak terbesar adalah rokok….jadi yang paling banyak ikut serta dalam membangun negara ya para peroko

    Balas
    • 73. hendrik gunawan  |  30 Agustus 2013 pukul 2:34 am

      ia bener penyumbang terbesar ialah rokok….
      Yang merokok paling banyak orang2 kelas menengah bawah dan miskin…..
      Orang kaya dan pejabatnya menikmati hasil pajaknya bahkan dikorupsi segala………( makanya bingung mutusin haramnya )
      Karena pemerintahnya zolim ya begini lah hasilnya, rakyatnya di kasih racun semua biar pada sakitdan tetep miskin dan bodoh…

      Indonesia kaya bro……. emang hanya rokok aja bisa ditanam di negeri ini.

      Balas
  • 75. med  |  21 Agustus 2013 pukul 8:51 am

    saya setuju dengan abi maryam

    Balas
  • 76. hendrik gunawan  |  30 Agustus 2013 pukul 2:25 am

    itulah bodohnya manusia ini ya……..
    Minuman keras dilarang zaman nabi karena merusak & racunnya..
    Babi dilarang mengandung racun…….
    Rokok mau tau ? ternyata racunnya melebihi minuman dan babi bahkan lebih berbahaya untuk orang lain yg menghirup asapnya……

    apa masih mau di bilang makruh ????????????????????????

    Ini lah salah satu sifat manusia yg kurang bersyukur & Bodoh….
    Udah dikasih badan sehat dan sempurna ama ALLAH SWT malah dirusak2…….

    Apa mau menerima Azab ALLAH SWT ???????????????

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


PESAN WEBMASTER

Blog ini saya buat karena kecintaan saya pada pengembangan ilmu sehingga menggunakan media blog ini, curahan hati saya dapat dibaca oleh banyak orang di banyak negara. Terima kasih atas partisipasi Anda dalam pengembangan Blog ini. Saya sangat senang atas sambutan para pengunjung. Demi kemajuan blog ini, saya memohon pengunjung bersedia memberikan komentar baik pada tampilan blog maupun pada desainnya. Terima kasih, semoga pendidikan Indonesia semakin maju. Amin

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 3.442 pengikut lainnya.

Blog Stats

  • 979,451 hits

WAKTU SEKARANG

YANG LAGI ONLINE

web stats

PENGUNJUNG

Agustus 2008
S S R K J S M
« Jul   Sep »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

User Online

Google Pagerank Checker

GEOVISITE

Add to Technorati Favorites
Indonesia To Blog -Top Site


Yuk.Ngeblog.web.id
eLearning Blogs - BlogCatalog Blog Directory

Arsip

Flickr Photos

More Photos

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 3.442 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: