SEKOLAH BERBUDAYA LINGKUNGAN

23 Juli 2008 at 6:40 am 11 komentar

Sistem/ standar pengelolaan PLH pada pendidikan dasar dan menengah pada hakekatnya belum ada. Hal ini dapat diketahui berdasarkan hasil observasi langsung pada sekolah, implementasi PLH di sekolah dapat dibuat untuk membentuk pola pengembangan PLH pada pendidikan dasar dan menengah dalam mewujudkan sekolah berbudaya lingkungan. Hal ini dapat dilakukan melalui upaya-upaya sebagai berikut berikut:

Adanya Manajemen PLH di Sekolah
Manajemen PLH di sekolah dapat dilakukan dengan mengacu pada prinsip dan elemen ISO 14.001 yang meliputi Plan, Do, Check, dan Action. Hal ini juga sejalan dengan peningkatan pengelolaan sekolah (School Based Manajemen) dalam meningkatkan mutu pengelolaan sekolah secara mandiri. Sedangkan prinsip dan elemen pelaksanaan pengelolaan PLH di sekolah dapat dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut:

  1. Kebijakan PLH di sekolah

    Menurut SML – ISO 14001, kebijakan lingkungan adalah pernyataan oleh organisasi tentang keinginan dan prinsip-prinsipnya berkaitan dengan kinerja lingkungan secara keseluruhan yang memberikan kerangka untuk tindakan dan untuk penentuan sasaran dan target (objectives and targets). Menejemen puncak, dalam hal ini kepala sekolah, menetapkan kebijakan pendidikan lingkungan hidup sekolah, struktur dan tanggung jawab.

  2. Perencanaan (plan)

    Dalam melakukan perencanaan pengelolaan lingkungan di sekolah diperlukan identifikasi aspek lingkungan, identifikasi peraturan perundang-undangan, penetapan tujuan dan sasaran lingkungan sekolah serta penetapan program lingkungan untuk pencapaiannya.

  3. Pelaksanaan (do)

    Untuk menerapkan (do) PLH pada sistem ini, organisasi mengembangkan kemampuan dan mekanisme yang diperlukan untuk mencapai kebijakan, tujuan, dan sasaran PLH di sekolah. Mekanisme prinsip penerapan yang dibangun seperti disyaratkan, terdiri dari tujuh elemen, yaitu: (1) struktur dan tanggungjawab; (2) pelatihan, kepedulian dan kompetensi, (3) komunikasi; (4) dokumentasi dan pengendaliannya; (5) kesiagaan dan tanggap darurat.

  4. Pemeriksaan dan Tindakan Perbaikan

    Pemeriksaan dan tindakan koreksi dilaksanakan oleh organisasi untuk mengukur, memantau dan mengevaluasi kinerja lingkungan sekolah. Prinsip pemeriksaan dan tindakan koreksi terdiri dari empat elemen, yaitu: pemantauan dan pengukuran, ketidaksesuaian, tindakan koreksi/pencegahan, rekaman, dan audit SML

  5. Tinjauan Ulang Manajemen

    Hasil dari proses pemeriksaan dan tindakan koreksi tersebut dijadikan masukan bagi manajemen dalam menerapkan prinsip pengkajian dan penyempurnaan, yaitu berupa kajian ulang manajemen yang dilaksanakan organisasi setiap enam bulan/ satu tahun sekali, atau bila dianggap perlu.

Adanya Kinerja PLH di Sekolah

Kinerja Pendidikan Lingkungan Hidup di sekolah dapat diukur melalui pengintegrasian materi lingkungan hidup dalam kegiatan:

  1. Kurikulum

    Pengintegrasian PLH dalam kegiatan kurikuler mempunyai arti bahwa PLH tidak merupakan suatu mata pelajaran/bidang keahlian baru tetapi materi lingkungan hidup terintegrasi ke dalam mata pelajaran atau program yang relevan atau sesuai. Cara mengintegrasikan PLH dalam kegiatan kurikuler dimulai dari menganalisis kemampuan/sub kemampuan setiap bidang keahlian/program keahlian sampai menghasilkan suatu materi kejuruan yang berkaitan dengan materi lingkungan hidup. Kegiatan ini dilakukan agar siswa mempunyai kompetensi atau sikap profesional sesuai bidang keahlian yang dimilikinya dan sejalan dengan tuntutan pembangunan yang berkelanjutan.

  2. Ekstrakurikuler

    Kegiatan ekstrakurikuler seperti 7 K yang mencakup keamanan, ketertiban, kebersihan, keindahan, kekeluargaan, kerindangan, dan kesehatan merupakan suatu wadah yang dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan materi lingkungan kepada siswa dalam kegiatan konkret. Kegiatan konkret tersebut dapat dilakukan pada perayaan hari internasional, nasional, dan lokal dengan membahas masalah lingkungan global, nasional dan lokal yang sedang terjadi, gerakan kebersihan lingkungan sekolah, pasar, perumahan, gerakan penggunaan sepeda, jalan kaki, bus umum, lomba karya ilmia, kampanye lingkungan, dan lain sebagainya sesuai kebutuhan dan kondisi lingkungan sekolah dan masyarakat. Pelaksanaan pengintegrasian materi lingkungan hidup pada kegiatan ektrakurikuler dapat memilih metode dan media sesuai dengan kondisi lapangan. Kegiatan ini diarahkan untuk membentuk sikap dan perilaku siswa dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

  3. Penampilan Sekolah

    Dalam mewujudkan sekolah berbudaya lingkungan (sekolah yang menanamkan nilai-nilai lingkungan hidup kepada seluruh warga dan masyarakat sekitarnya) dapat dikembangkan untuk mengantisipasi berbagai macam persoalan lingkungan, khususnya kegiatan yang memiliki dampak atau akibat aktivitas kegiatan belajar mengajar yang ada di sekolah. Penampilan sekolah berbudaya lingkungan secara umum dapat dinilai dari adanya : 1) Penerapan hemat energi 2) Manajemen/ pengelolaan pemisahan sampah 3) Pengelolaan air bersih dan kotor 4) Pengelolaan emisi/ gas buang 5) Penghijauan 6) dll

  4. Sikap dan perilaku warga sekolah

    Sikap dan perilaku warga sekolah terhadap lingkungan hidup merupakan nilai yang paling penting dalam mewujudkan Sekolah Berbudaya Lingkungan. Pelaksanaan PLH disekolah mempunyai sasaran meningkatkan kepedulian seluruh warga sekolah (kepala dan wakil sekolah, tenaga administrasi, guru, dan siswa) terhadap lingkungan. Standar penilaian dapat dibuat sesuai kebutuhan sekolah. Sebagai contoh untuk menilai sikap dan perilaku siswa dengan kategori baik atau jelek dapat dilihat dari penampilan kelasnya. Jika kelas siswa kelihatan kotor, apakah akibat banyak kertas berserakan dan banyak coretan di dinding, kelasnya dapat dinilai bahwa siswa tersebut belum memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Demikian juga bagi guru, tenaga administrasi, dan kepala sekolah dapat dinilai dari ruang kerja masing-masing unit. Sedangkan mengukur keberhasilan (sikap dan perilaku) sekolah dalam mewujudkan SBL dapat dinilai seluruh unsur (warga) yang ada di sekolah.

About these ads

Entry filed under: Lingkungan. Tags: .

UPAYA MENURUNKAN EMISI GAS RUMAH KACA BELAJAR FLASH ITU MENGASYIKKAN SERI 14

11 Komentar Add your own

  • 1. Tarmizi Ramadhan  |  30 Desember 2008 pukul 3:21 pm

    Bang Adhan, salam kenal dulu yach? Mampir dech ke blog saya, ada forum SUARA GURU. Barangkali ide dan pemikiran Abang tentang PLH bisa mampir di sana.

    Balas
  • 2. arip nurhaman  |  1 Januari 2009 pukul 3:55 am

    asalamualikum bapak!
    tulisan bapa sangat menginspirasi sekali saya dari kota banjar
    apakah boleh menjadikan tulisan bapak sebagai referensi saya
    saya adalah mahasiswa di UPI bandung tingkat 2
    terimakasih atas di ijinkannya!
    wasalam
    -salam pendidikan untuk peradaban-

    Balas
  • 3. nabila  |  9 Maret 2009 pukul 6:05 am

    assalamualaikum … ..
    pak, saya murid SMPN2 BDG . ..skarang di sklh saya sudah ada pljrn PLH .tapi smua siswa merasa tdak suka karena pelajaran yang tidak asyik ditambah guru yang nyebelin. Tks

    Balas
  • 4. Ardan Sirodjuddin  |  10 Maret 2009 pukul 8:12 am

    PLH itu mengasyikkan, minta pada gurunya untuk membuat sistem pembelajaran yang menyenangkan sebagai contoh membuat galeri foto kerusakan lingkungan sekitar atau membuat film indie dengan tema kerusakan lingkungan dan hasilnya dipasang di blog saya jamin anda ketagihan dech belajar PLH. Trim

    Balas
  • 5. raisha ulfa  |  1 Oktober 2009 pukul 11:11 am

    asss.kum
    salamkenal iia.
    saya pengen banyak lebih tau donk tentang kebersihan lingkungan di sekolah ?
    thanks iia.
    wllkum slam

    Balas
  • 6. niranandya  |  19 November 2009 pukul 8:59 am

    gmna dunk caranya krjainnn tugas 3k……………..
    bingung jw………….

    Balas
  • 7. shiefa  |  2 Desember 2009 pukul 7:10 am

    dmn y cint sejatiku

    Balas
  • 8. tri  |  23 April 2010 pukul 2:22 pm

    senang dech ada informasi dalam pembelajaran PLH, bagi-bagi lagi ya infonya…. yang baaaanyak

    Balas
  • 9. Syfa  |  27 Februari 2011 pukul 9:51 am

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh
    p’ mo izin nich,hhe
    sy siswi sma di kta CRB
    blolehkah sy menjadikan tulisan ni sbg bahan ntuk membuat karya tulis?
    sekian wassalamu’alaikum :-)

    Balas
    • 10. Burhan  |  9 Mei 2012 pukul 2:49 am

      Kang Ardan matur suwun artikelnya..

      Balas
      • 11. Alwi Law  |  3 November 2012 pukul 8:04 am

        trims anda mengaspirasi saya untuk berbuat…………

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


PESAN WEBMASTER

Blog ini saya buat karena kecintaan saya pada pengembangan ilmu sehingga menggunakan media blog ini, curahan hati saya dapat dibaca oleh banyak orang di banyak negara. Terima kasih atas partisipasi Anda dalam pengembangan Blog ini. Saya sangat senang atas sambutan para pengunjung. Demi kemajuan blog ini, saya memohon pengunjung bersedia memberikan komentar baik pada tampilan blog maupun pada desainnya. Terima kasih, semoga pendidikan Indonesia semakin maju. Amin

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 3.442 pengikut lainnya.

Blog Stats

  • 980,318 hits

WAKTU SEKARANG

YANG LAGI ONLINE

web stats

PENGUNJUNG

Juli 2008
S S R K J S M
« Jun   Agu »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

User Online

Google Pagerank Checker

GEOVISITE

Add to Technorati Favorites
Indonesia To Blog -Top Site


Yuk.Ngeblog.web.id
eLearning Blogs - BlogCatalog Blog Directory

Arsip

Flickr Photos

More Photos

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 3.442 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: