KECURANGAN UN
14 Mei 2008
Berita kecurangan UN diberbagai daerah sungguh mengusik nurani saya sebagai pendidik. Apalagi isi berita itu sangat memojokkan pendidik. Berbagai pertanyaan muncul dari otak saya, kenapa bisa seperti itu.
Jika salah satu alasannya karena ketakutan banyak siswanya yang tidak lulus, ini adalah alasan yang tidak gentleman. Sejatinya pelaksanaan Evaluasi bertujuan untuk membedakan antara siswa yang bisa dan siswa yang tidak bisa. Konsep ini harus dimengerti oleh setiap pendidik. Istilah “membantu” siswa sejatinya hanya berlaku ketika siswa akan melaksanakan ujian, bukan pada saat ujian.
Entry Filed under: Pendidikan. Tag: Kecurangan, Kecurangan UN, Ujian Nasional, UN.
2 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed









1. cikalie | 14 Mei 2008 at 7:04 am
kecurangan UN????
smuanya berawal dari 1 pertanyaan kita dlm memandang satu sekolah ” Berapa Persentase Kelulusan siswa pada Sekolah yang bersangkutan ?”
Pertanyaan yang seharusnya kita ajukan ” Mengapa Mereka Tidak bisa mengerjakan Soal UN ?”
hasilnya Skolah bersangkutan mengejar Prestasi persentase Kelulusan, bukannya mengejar Prestasi Pendidikan…
Tapi, ngomong2…masih ada ngga’ yang peduli ma dunia pendidikan kita ???
kita kan pada sibuk ngurusin politik..
Betul ngga’ Pak!!!
2. asuna17 | 14 Mei 2008 at 7:21 am
Tulisan artikel di blog Anda bagus-bagus. Agar lebih bermanfaat lagi, Anda bisa lebih mempromosikan dan mempopulerkan artikel Anda di infoGue.com ke semua pembaca di seluruh Indonesia. Salam Blogger!
http://www.infogue.com/
http://pendidikan.infogue.com/kecurangan_un